Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan overthinking.
ilustrasi seorang perempuan overthinking (pexels.com/Ron Lach)

Intinya sih...

  • INFJ sering overthinking tentang implikasi jangka panjang dari masalah kecil dan menahan diri untuk tidak membebani orang lain.

  • INTP terjebak menganalisis setiap kemungkinan hingga lupa menyimpulkan, terutama dalam pengambilan keputusan sosial.

  • ENFJ overthinking karena sensitif terhadap perubahan perilaku orang lain dan merasa bertanggung jawab atas suasana sekitar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagian orang mengira overthinking itu cuma berpikir berlebihan. Padahal kalau ditelusuri lebih dalam, setiap tipe kepribadian punya pola overthinking yang beda-beda, lengkap dengan pemicunya, ritmenya, sampai cara mereka menyelesaikannya. Ada yang overthinking karena ketakutan akan masa depan, ada juga yang overthinking karena terlalu fokus pada detail kecil yang dianggap penting oleh mereka sendiri.

Menariknya, beberapa tipe MBTI ini terlihat tenang dan kalem dari luar, tetapi justru punya pola overthinking yang paling rumit. Mereka tidak selalu menunjukkan kecemasannya secara terang-terangan, sehingga sering dianggap baik-baik saja padahal kepalanya penuh skenario yang gak pernah berhenti muter. Kalau kamu penasaran apakah kamu termasuk salah satunya, yuk simak lima tipe MBTI dengan overthinking style yang diam-diam unik!

1. INFJ

ilustrasi seorang perempuan overthinking (pexels.com/Gustavo Fring)

INFJ sering tampil seperti orang yang penuh ketenangan, tapi dalam kepalanya mereka sedang menyusun timeline alternatif tentang apa yang mungkin terjadi. Saat menghadapi masalah kecil saja, mereka bisa langsung memikirkan implikasi jangka panjang yang bahkan belum tentu akan jadi kenyataan. Sisi intuitif mereka membuat segala hal terlihat punya makna sehingga hal sepele bisa jadi bahan analisis berlapis-lapis.

Di sisi lain, INFJ juga punya kebiasaan menahan diri untuk tidak membebani orang lain. Ini membuat pola overthinking mereka terasa lebih berat, karena semua analisa dan kekhawatiran diproses sendiri. Ketika mereka akhirnya menemukan jawaban, itu biasanya setelah melalui proses panjang di dalam kepala. Uniknya, mereka jarang terlihat panik. Overthinking mereka cenderung sunyi, tapi sangat intens.

2. INTP

ilustrasi orang overthinking (freepik.com/azerbaijan_stockers)

INTP suka memecahkan masalah, tapi kadang kemampuan analitis mereka justru jadi jebakan. Ketika menghadapi suatu situasi, mereka bisa saja mem-breakdown masalah itu menjadi struktur-struktur kecil yang rumit, lalu terjebak menganalisis setiap kemungkinan sampai lupa menyimpulkan. Overthinking mereka sering bersumber dari pertanyaan filosofis atau teknis yang mereka ciptakan sendiri.

Uniknya, INTP jarang overthinking soal emosi orang lain, tapi ketika tiba saatnya harus mengambil keputusan sosial, mereka bisa tiba-tiba stuck. Mereka jadi mempertanyakan kewajaran tindakan mereka sendiri, apakah ada bias yang tidak mereka sadari, atau apakah keputusan mereka terlalu impulsif. Dari luar terlihat santai, tapi otaknya bisa overdrive tanpa henti.

3. ENFJ

ilustrasi seorang perempuan overthinking (freepik.com/freepik)

ENFJ dikenal sebagai people reader yang sangat peka terhadap emosi sekitar. Mereka bisa saja overthinking hanya karena seseorang membalas chat dengan nada berbeda atau wajah yang terlihat lebih tegang dari biasanya. Bagi mereka, setiap perubahan kecil pada perilaku orang lain punya arti tertentu yang harus dipahami.

Di sisi lain, ENFJ juga sering merasa bertanggung jawab atas suasana sekitar. Jadi ketika ada konflik kecil atau ketidaknyamanan dalam kelompok, mereka akan menganalisis apa yang salah, peran mereka, dan bagaimana memperbaiki keadaan. Overthinking mereka bukan tentang "aku gimana nanti?", tapi "gimana perasaan mereka? Apa aku bikin salah?". Itulah yang membuat overthinking ENFJ terasa unik, karena selalu berakar pada relasi sosial.

4. ISTP

ilustrasi seorang pria overthinking (pexels.com/Chinmay Singh)

ISTP terlihat sangat chill, tetapi mereka punya gaya overthinking yang muncul di situasi tertentu: saat harus menghadapi hal emosional atau interpersonal. Mereka sangat logis dalam menghadapi masalah praktis, tetapi ketika menyentuh perasaan, mereka mulai mempertanyakan apa yang harus mereka lakukan, bagaimana mengekspresikannya, dan apakah reaksi mereka tepat.

Di saat lain, ISTP bisa menjadi overthinker yang sangat internal. Mereka tidak berbicara banyak, tapi otaknya bekerja cepat, terutama ketika situasi tidak berjalan sesuai ekspektasi mereka. Mereka memikirkan ulang strategi, mencoba memahami kesalahan, dan mencari cara untuk kembali mengontrol keadaan. Overthinking mereka jarang terlihat, tapi intens dan sangat fokus.

5. ISFJ

ilustrasi seorang pria overthinking (pexels.com/Andrew Neel)

ISFJ punya memori kuat terhadap hal-hal kecil, dan ini sering menjadi sumber overthinking mereka. Sesuatu yang bagi orang lain sudah lama terlupakan bisa terus menghantui pikiran ISFJ selama berhari-hari. Mereka memikirkan apakah mereka sudah cukup baik, apakah ada ucapan yang tidak pantas, atau apakah mereka membuat orang lain kecewa.

Kepekaan emosional dan rasa tanggung jawab yang besar membuat pola overthinking mereka terasa lebih personal. Mereka cenderung merasa harus memastikan semua orang nyaman, dan ketika ada sedikit ketidakseimbangan, mereka menyalahkan diri sendiri. Meski begitu, overthinking mereka juga sering membuat mereka jadi perencana yang matang dan penuh perhatian.

Itulah lima tipe MBTI yang diam-diam punya pola overthinking unik versi mereka sendiri. Kalau kamu tim overthinker yang mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team