Lebaran selalu identik dengan tradisi silaturahmi yang hangat dan penuh makna. Setelah sebulan menjalani Ramadan, momen ini menjadi waktu yang dinanti untuk bertemu keluarga besar, sahabat lama, hingga tetangga yang jarang bertatap muka. Rumah-rumah dipenuhi tawa, meja makan dipenuhi hidangan, dan suasana kebersamaan terasa begitu kuat.
Namun di balik kehangatan tersebut, jadwal silaturahmi yang terlalu padat sering membuat tubuh kelelahan. Perjalanan dari satu rumah ke rumah lain, percakapan panjang, serta waktu istirahat yang terbatas kadang membuat Lebaran terasa seperti maraton sosial. Jika tidak diatur dengan baik, energi bisa cepat habis sebelum hari raya benar-benar dinikmati. Supaya Lebaran tetap terasa hangat tanpa membuat tubuh dan pikiran kelelahan, yuk atur strategi silaturahmi dengan lebih bijak!
