Traveling ke luar negeri saat bulan Ramadan bisa menjadi pengalaman unik, terutama jika negara tujuan memiliki durasi puasa yang berbeda dengan Indonesia. Di beberapa negara, waktu puasa bisa lebih panjang hingga 18-20 jam, sementara di negara lain justru lebih singkat. Perbedaan ini tentu menjadi tantangan tersendiri, baik dalam menjaga stamina maupun menyesuaikan jadwal ibadah. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi negara tujuan agar kamu bisa mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat.
Agar perjalanan tetap lancar dan ibadah puasa tetap terjaga, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari mencari tahu jadwal imsakiyah di negara tujuan, mengatur pola makan yang tepat, hingga menyesuaikan aktivitas agar tidak terlalu menguras energi. Berikut beberapa tips menghadapi perbedaan waktu puasa saat traveling ke luar negeri.
