Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Perjalanan Mudik Lebih Berkesan, Jangan Pamer di Kampung!
ilustrasi mudik (pexels.com/Antony Trivet)

Apakah perjalanan mudik mulai terasa membosankan untukmu? Kamu merasa lelahnya gak sebanding dengan kepuasan batin setelah pulang kampung. Jelang Lebaran kali ini, kamu jadi ragu-ragu buat mudik meski tiket sudah di tangan.

Sayang rasanya bila kamu jadi berangkat dengan perasaan tidak bahagia. Namun, tak mungkin juga membatalkan perjalanan karena kepulanganmu telah dinantikan keluarga. Cobalah simak dan terapkan lima tips berikut agar perjalanan mudik kali ini lebih bermakna.

1. Jangan dilakukan dengan terpaksa

ilustrasi mudik (freepik.com/Freepik)

Berangkatlah dengan gembira atau lebih baik tak usah mudik. Kamu bisa tetap pulang nanti setelah musim liburan berakhir dengan mengambil cuti. Kalau kamu mau tetap mudik sekarang, pikirkan alasan-alasan terbaik mengapa ini perlu dilakukan.

Misalnya, ini satu-satunya kesempatan untuk bertemu dengan seluruh saudaramu yang tinggal di berbagai kota atau kamu masih punya orangtua yang perlu ditengok terlebih di hari raya. Pun dari segi biayanya sudah siap.

2. Sempatkan bertemu kawan lama

ilustrasi teman-teman (pexels.com/Adrian Agpasa)

Meski sudah lama sekali, dulu kamu tumbuh besar di kampung halaman. Pasti ada teman sekolah maupun tetangga sebaya yang dapat dirimu temui. Ini penting untuk menjaga tali silaturahmi di antara kalian.

Juga buat menghindarkanmu dari perasaan bahwa mudik merupakan kegiatan meninggalkan kawan-kawan di kota, sedangkan di kampung cuma ada keluarga. Kamu juga punya teman di kampung halaman, kok. Hubungi mereka jauh-jauh hari agar dapat mengatur jadwal pertemuan. 

3. Renungkan arti perjalanan hidupmu selama ini

ilustrasi mudik (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Mudik bukan sekadar perjalanan dari perantauan kembali ke kampung halaman. Perjalanan ini bakal terasa lebih istimewa kalau kamu juga mengingat proses panjang yang telah dilalui hingga tiba di titikmu sekarang.

Kenang kembali siapa dan seperti apa dirimu dahulu. Misalnya, kamu yang dulu gak tahu apa-apa tentang dunia di luar kampungmu. Lalu mimpi yang mendorongmu merantau pertama kali. Juga suka dan duka yang kamu lalui hingga bisa mapan di perantauan.

4. Jalan-jalan biar tahu perkembangan tanah kelahiran

ilustrasi jalan-jalan (pexels.com/George Pak)

Selama ini di rumah orangtua barangkali ada begitu banyak acara dan tamu. Kamu jadi sangat sibuk membantu hingga tak terasa sudah waktumu kembali ke perantauan. Dirimu tidak punya kesempatan buat berjalan-jalan di tanah kelahiran.

Tahun ini, jalan-jalan sendiri atau bersama sedikit orang perlu diagendakan. Tujuannya bukan sebatas tempat wisata yang penuh sesak. Namun, kamu dapat naik angkot, bersepeda, atau berjalan kaki untuk melihat perkembangan daerahmu. Siapa tahu, suatu saat kamu ingin berinvestasi di sana.

5. Berbagi kebahagiaan tanpa sibuk pamer

ilustrasi kumpul saudara (pexels.com/Josiah Matthew)

Salah satu tujuan mudik dan kumpul keluarga ialah berbagi kebahagiaan. Kamu dapat memberikan bingkisan atau uang pada saudara dan tetangga. Namun ingat, lakukan semua ini dengan niat yang tulus.

Jauhi keinginan pamer sedikit pun. Kalau kamu cuma mau pamer, sekembalinya ke perantauan rasanya malah hampa. Lebaran baru saja berlalu, tetapi dirimu telah sibuk memikirkan tahun depan mau pamer dengan cara apa lagi.

Perjalanan mudik terasa menyenangkan atau tidak bukan hanya ditentukan oleh lancar atau gak perjalananmu. Akan tetapi, juga tergantung dari pemahamanmu tentang tujuan mudik itu sendiri. Pulanglah dengan semangat serta alasan yang kuat, bukan sekadar mengikuti tradisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team