Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Tips Tetap Bisa Menulis Selama Libur Lebaran, Atur Waktu dan Fokus
ilustrasi menulis (pexels.com/George Milton)

Menjadi penulis lepas harus gercep dalam mencari rezeki. Termasuk saat libur Lebaran. Bukan hanya soal potensi pendapatan yang perlu diusahakan. Namun, lama berhenti menulis juga bisa menyulitkanmu ketika hendak memulainya lagi.

Meski hanya dapat menyelesaikan 1 artikel per hari atau 1 halaman naskah novel, sebaiknya kamu tetap menulis secara rutin. Terapkan enam tips berikut supaya libur panjang tak serta-merta menghapus produktivitasmu. Di lain pihak, tetap bekerja selama libur Lebaran juga gak boleh mengganggu kegiatanmu bersilaturahmi bersama keluarga.

1. Gunakan smartphone untuk menulis saat dalam perjalanan

ilustrasi menulis (pexels.com/Anna Shvets)

Berapa lama waktu tempuh dari perantauanmu ke kampung halaman? Bila hanya 1 jam, sebaiknya pakai saja waktunya buat menikmati pemandangan. Akan tetapi kalau lebih dari 2 jam, daripada bengong mending mencoba menulis.

Perangkat yang paling pas digunakan selama dalam kendaraan tentu smartphone. Kamu juga bisa menulis ketika menunggu di stasiun, terminal, atau bandara. Namun, jangan sampai abai dengan barang bawaanmu, ya!

2. Masuk kamar 1 jam lebih cepat di malam hari

ilustrasi menulis (pexels.com/Eren Li)

Kalau sudah kumpul keluarga biasanya paling sulit buat tidur malam tepat waktu. Kalian ingin terus mengobrol bahkan sampai bahan obrolan habis. Jika besok dan lusa kalian juga masih bertemu kembali, gak ada salahnya untuk kamu pamit duluan ke kamar.

Kamu juga bisa memberi tahu saudara serumah bahwa dirimu masih perlu menulis meski sedang libur Lebaran. Mereka pasti akan mengerti. Masuk kamar 1 jam lebih awal di malam hari tidak menghapus kebersamaan kalian berjam-jam sebelumnya.

3. Bangun 1 jam lebih awal di pagi hari

ilustrasi menulis (pexels.com/SHVETS production)

Selain sebelum tidur malam, pagi hari juga menjadi waktu yang tepat buat kamu menulis sebentar. Kamu bisa bangun 1 jam sebelum waktu Subuh. Anggota keluarga barangkali masih terlelap.

Selain kamu dapat menjaga salat malam, suasana yang sunyi sangat pas untuk menulis. Libur tak lagi berarti bangun siang. Makin pagi kamu bangun tidur, makin banyak kegiatan penting yang dapat diselesaikan tepat waktu.

4. Mengatur waktu bersilaturahmi sehingga tidak sehari penuh

ilustrasi menulis (pexels.com/JESSICA TICOZZELLI)

Apabila acara bersilaturahmi ke sana kemari telah memakan waktu seharian, kamu gak punya waktu dan energi lagi buat menulis. Di pengujung hari rasanya kamu sudah capek sekali. Buat kamu yang nyaman menulis rutin, atur saja kegiatanmu yang lain.

Contohnya, kamu akan pergi ke rumah saudara pada sore sampai malam hari. Pagi hingga siang dirimu sepenuhnya di rumah. Waktu ini dapat dipakai buat menulis dengan leluasa.

Meski begitu, tentu kamu gak boleh main usir tamu yang datang ke rumah. Tetaplah menjadi tuan rumah yang baik ketika tiba-tiba ada tamu. Lanjutkan kegiatan menulismu nanti setelah mereka pulang.

5. Atau justru selesaikan semua acara dalam 1 atau 2 hari

ilustrasi menulis (pexels.com/Anete Lusina)

Apabila masih punya tanggungan bersilaturahmi ke beberapa rumah lagi bikin kamu susah fokus dalam menulis, jangan terapkan poin sebelumnya. Kamu butuh cara berbeda untuk mendapatkan waktu terbaik buat menulis.

Padatkan kegiatanmu dalam bersilaturahmi. Berkunjunglah ke setiap rumah sebentar-sebentar saja agar acara bersilaturahmi selesai maksimal 2 hari. Setelah itu gunakan sisa libur Lebaran untuk menulis seperti biasa.

6. Menulis berdasarkan pengalaman selama libur Lebaran

ilustrasi menulis (pexels.com/William Fortunato)

Sebagai pekerjaan, menulis tidak semudah yang dibayangkan sebagian orang. Begitu konsentrasimu terpecah oleh berbagai kegiatan, kadang sukar sekali buat mendapatkan ide tulisan. Nah, menulis ringan adalah solusinya.

Kamu sedang tidak punya banyak waktu untuk berpikir serta riset. Maka, serap semua yang terjadi di sekitarmu atau menimpamu selama libur Lebaran dan olah menjadi tulisan. Kamu dapat menulis tentang kuliner khas di kampung halaman, tips membangun hubungan baik dengan saudara, dan sebagainya.

Sempitnya waktu serta perhatian yang terbagi-bagi memang akan mengurangi produktivitasmu dalam menulis. Ini bukan waktunya kejar setoran. Kamu cukup merawat rutinitas menulismu saja dan syukuri berapa pun pendapatan yang diperoleh. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team