Selama gejolak revolusi di Timur Tengah, atau yang sering disebut sebagai Arab Spring, para pendemo saling melindungi pendemo lainnya yang akan melakukan kegiatan peribadatan, tidak peduli apa agamanya pada saat itu.
Dilansir dari BBC, peristiwa ini terjadi pada bulan Februari 2011 di Mesir, di mana beberapa Muslim saling berpegangan tangan untuk menjaga gereja-gereja Koptik sementara umat Kristen beribadah. Hal ini pun dibalas oleh umat Kristen yang menjaga masjid-masjid di saat umat Muslim sedang melaksanakan Salat Jumat.
Sementara di Eropa, Reuters melaporkan kalau lebih dari 1.000 Muslim membentuk perisai simbolis manusia di sekitar sinagog di Norwegia dan meneriakkan "Tidak untuk anti-Semitisme, tidak untuk Islamofobia."
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 21 Februari 2015, di mana sekelompok pemuda Muslim Norwegia mengorganisir demonstrasi sebagai tanggapan atas pembunuhan dua orang di sebuah sinagog di Denmark. Tentu saja hal ini menjadi pemandangan yang sangat menginspirasi umat beragama lainnya.
Hal yang serupa juga terjadi di Stamford Hill, London, saat kelompok pengamat lingkungan — "Shomrim" (bahasa Ibrani untuk penjaga) — mulai melindungi umat Muslim dari kejahatan rasial. Menurut laman Jewish Business News, 25 Shomrim akan berpatroli di jalan-jalan dengan rompi anti-tusukan dan dipersenjatai dengan saran dari polisi setempat.
Hari ini, justru umat Muslim yang sering mendapat serangan rasisme di Eropa, bukan Yahudi lagi. Perasaan kebencian ini meningkat secara drastis sejak pembunuhan mengerikan terhadap tentara Inggris oleh para ekstremis Islam di London pada tahun 2013.
Dawood Akhoon, seorang anggota Dewan Muslim setempat, merespons bantuan tersebut. Ia menyebutnya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ajaran masing-masing agama, di mana kita harus saling menjaga lingkungan dan tetangga kita.
Nah, itu tadi 7 bukti toleransi yang ditunjukkan oleh umat beragama kepada penganut agama lainnya. Sering kali, perasaan kebencian terhadap agama lain lahir dari ketidaktahuan. Bukti-bukti di atas dimaksudkan sebagai pengingat kalau umat manusia masih dapat berkembang ke arah yang lebih baik, terlepas dari perbedaan yang ada.