ilustrasi ibu bersama anak (pexels.com/pnwprod)
Dilansir Verwell Mind, Arlin Cuncic, MA, seorang penulis buku 'Therapy in Focus: What to Expect from CBT for Social Anxiety Disorder' menjelaskan, bahwa pengalaman masa kecil dapat menjadi faktor utama penyebab seseorang membenci diri sendiri. Tumbuh dengan orangtua yang kritis atau yang terlihat stres, marah, atau tegang dapat membentuk suara inner negatif.
Pengalaman traumatis seperti penelantaran, penyalahgunaan, pengendalian yang berlebihan, atau kritikan dapat menghasilkan konsep diri yang negatif. Anak yang mengalami kondisi ini mungkin belajar untuk menjadi pendiam dan merasa perlu untuk menghindari ketegangan yang kemudian dapat berkembang menjadi suara internal yang merugikan.
Hal ini dapat memengaruhi pandangan diri seseorang hingga dewasa. Selain itu, seseorang yang mengalami trauma dapat menciptakan pemikiran bahwa segala hal buruk yang terjadi adalah hasil dari "keburukan" batin mereka sendiri.
"Saat otak anak-anak tumbuh, mereka sedang memahami sejauh mana keamanan atau ketidakamanan dunia ini melalui pengalaman mereka," ungkap Yolanda Renteria, LPC, seorang terapis, dilansir laman yang sama.
"Seiring berjalannya waktu, anak perlu mengembangkan mekanisme perlindungan untuk dirinya sendiri dari situasi yang dianggapnya berbahaya; cara-cara ini akan membentuk kepribadian mereka ketika dewasa nanti," tambahnya.