Aku sanggup mengorbankan hidupku demi membawa kehidupan yang baru, tapi aku tak sanggup menahan perihnya kerinduan saat jauh dari anakku. Pandemik yang melanda dunia selama setahun ini, dengan kejam membentangkan jarak di antara kami. Ia tak hanya melukaiku secara fisik, tapi juga mematahkan hatiku.
Aku harus menikam kerinduan ini setiap detik, sebab egois sekali rasanya jika aku mendambakan pertemuan dengan anakku. Namun, sebagai seorang ibu, aku tahu aku tak boleh lemah apalagi menyerah, agar anak-anakku kelak mengingatku, sebagai manusia yang paling piawai menyembunyikan luka.
Aku memulai tulisan ini dengan harapan, agar semua ibu di dunia ini, khususnya di Indonesia, yang tengah berjuang melawan virus COVID-19, bisa kuat dan tabah sampai akhir. Selamat membaca!
