Crab mentality bukan fenomena baru, tapi tetap terasa relevan di banyak lingkungan sosial sampai sekarang. Pola ini muncul ketika seseorang yang mencoba berkembang justru ditarik turun oleh orang-orang di sekitarnya, baik secara halus maupun terang-terangan. Bentuknya tidak selalu berupa larangan keras. Sering kali justru hadir lewat candaan, komentar sinis, atau sikap meremehkan yang dianggap wajar.
Yang membuat crab mentality terasa melelahkan adalah sifatnya yang berulang dan sulit dihindari. Bahkan di lingkungan yang tampak akrab dan suportif, pola ini bisa muncul tanpa disadari. Banyak orang akhirnya bertanya, kenapa sikap seperti ini sulit sekali hilang. Jawabannya tidak sederhana, karena crab mentality berakar pada banyak faktor sosial, psikologis, dan budaya yang saling berkaitan.
