Ilustrasi berpikir (pexels.com/CJ Graglia)
Saat terlalu sibuk memikirkan detail, kamu bisa kehilangan perspektif tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup. Kamu jadi terjebak dalam mikro-manajemen pikiran sendiri hingga lupa melihat arah yang lebih besar. Ibarat sedang mendaki gunung tapi terlalu fokus menghitung langkah hingga gak sempat menikmati pemandangan.
Orang yang overthinking sering kali menghabiskan energi untuk hal-hal yang gak akan mereka ingat lima tahun ke depan. Mereka perfeksionis dalam hal-hal kecil tapi malah menunda keputusan besar karena terlalu takut salah. Padahal, kesuksesan dan kebahagiaan hidup lebih ditentukan oleh beberapa keputusan besar yang berani, bukan ribuan keputusan kecil yang sempurna. Daripada menghabiskan waktu memikirkan caption Instagram yang perfect, lebih baik fokus memikirkan bagaimana membangun hubungan yang bermakna dengan orang-orang di sekitarmu.
Pada akhirnya, seni hidup yang seimbang adalah tahu kapan harus berpikir mendalam dan kapan harus melepaskan. Gak semua hal layak mendapat porsi pikiran yang sama. Belajarlah membedakan mana yang memang butuh analisis matang dan mana yang cukup diselesaikan dengan cepat lalu move on. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kepala sendiri. Jadi, sudahkah kamu berhenti memikirkan hal-hal yang sebenarnya gak perlu dipikirkan terlalu dalam?