Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Alasan Menjadikan Hewan sebagai Hadiah adalah Ide yang Buruk
ilustrasi keluarga yang mengadopsi seekor kelinci (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Tidak semua orang menyukai atau mampu memelihara hewan, sehingga menjadikannya hadiah bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi penerima.
  • Kondisi kesehatan seperti alergi dapat membuat seseorang tidak cocok memiliki hewan peliharaan, sehingga pemberian semacam itu berisiko.
  • Memelihara hewan membutuhkan komitmen dan perawatan rumit; tanpa kesiapan, hal ini justru bisa menyusahkan pemilik maupun hewannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika ingin memberikan hadiah kepada seseorang, apa lagi bila dia adalah sosok yang punya tempat istimewa dalam hati, maka tentu siapa pun akan berusaha menemukan sesuatu yang tidak kalah istimewa. Pasalnya, bila hadiah itu sangat berkesan, pasti berhasil menciptakan kegembiraan yang dapat dikenang sepanjang masa. Oleh sebab itu, sebisa mungkin memilihkan sesuatu yang tidak hanya menarik, tetapi juga mengejutkan.

Sayangnya, terkadang muncul ide yang sedikit berlebihan, yaitu memberikan hewan sebagai hadiah. Parahnya, hal ini dilakukan tanpa pertimbangan yang matang dan malah dianggap sebagai sesuatu yang lucu. Nah, sebelum kamu tertarik untuk mengikuti jejak ini, ada baiknya berpikir ulang. Hewan tidak seharusnya dijadikan sebagai hadiah atas dasar beberapa alasan berikut ini.

1. Tidak semua orang benar-benar suka memelihara hewan

ilustrasi membawa anjing jalan-jalan (pexels.com/Meghan (Markham) Bucknall)

Hewan-hewan, terutama jenis yang sering dijadikan peliharaan seperti anjing dan kucing, memang sangat lucu dan menggemaskan. Tingkah lakunya sering kali tidak bisa ditebak, sehingga kerap memancing gelak tawa. Hal ini menyebabkan sebagian orang berpikir untuk menjadikan makhluk-makhluk berbulu itu sebagai hadiah untuk orang dekat mereka, seperti keluarga, pasangan, atau sahabat.

Kendati memang lucu dan selalu menghibur, tetapi mengingat kenyataan bahwa tidak semua orang benar-benar suka dengan hewan juga perlu dilakukan. Ada orang yang senang melihat dan berinteraksi dengan anjing, tetapi tidak untuk membawanya pulang. Ada orang yang cukup puas menonton kucing dari layar ponsel karena membayangkan betapa repotnya bila memelihara kucing sungguhan. Jadi, lebih baik pikirkan ide yang lain bila ingin memberikan hadiah kepada seseorang, ya!

2. Tidak semua orang cukup sehat untuk memelihara hewan

ilustrasi seseorang yang sedang sakit (pexels.com/Gustavo Fring)

Membayangkan punya hewan peliharaan kerap menimbulkan rasa bahagia. Bagaimana tidak, hewan-hewan itu memang bisa menciptakan kegembiraan lewat ekspresi muka yang lucu dan tingkah laku menggemaskan, atau menumbuhkan kekaguman melalui berbagai corak tubuh yang begitu indah. Namun, semua itu hanya dapat dinikmati bila seseorang benar-benar sehat.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang bisa memelihara hewan, bukan karena tidak mau, tetapi kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Pasalnya, ada orang yang alergi dengan rambut hewan, sehingga bila memaksakan diri akan sangat merugikan. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan coba-coba menjadikan hewan sebagai hadiah karena mungkin saja hal ini justru membahayakan kesehatan seseorang. Oke?

3. Memelihara hewan butuh komitmen yang besar

ilustrasi seekor kucing yang sedang berbaring di atas meja kerja (pexels.com/Thirdman)

Tidak dapat dimungkiri bahwa setiap hewan memiliki pesona tersendiri yang membuat manusia merasa begitu kagum. Ada mahakarya Tuhan yang sempurna dalam corak seekor burung, wajah kucing yang lucu, atau pun kemampuan ikan untuk hidup di air. Kendati sangat indah dan luar biasa, tetapi jangan pernah berpikir untuk menghadiahi seseorang dengan hewan, deh. Apa alasannya, ya?

Memelihara hewan bukan perkara mudah. Pasalnya, ini merupakan makhluk hidup yang memerlukan perawatan khusus agar bisa tetap sehat dan menjalani hidup sejahtera. Jika orang yang menerima hadiah berupa hewan itu tidak sanggup memberikan komitmen secara penuh untuk melakukan pemeliharaan yang terbaik, maka hewan akan tersiksa. Kalau sudah begini, masa sih kamu tidak merasa bersalah?

4. Hewan tertentu memerlukan perawatan yang cukup rumit

ilustrasi ekor kambing sehat (pexels.com/Min An)

Kamu mungkin pernah melihat orang-orang yang sedang berulang tahun, menikah, atau merayakan hari istimewa dalam hidupnya dan diberi hadiah berupa hewan. Ada yang menjadikan anak kucing, anak anjing, sampai hewan ternak sebagai kadonya. Sekilas ini memang bisa tampak lucu, tapi pernahkah berpikir bagaimana nasib si pemilik hewan dan hewan itu sendiri selanjutnya?

Begini, setiap hewan punya cara pemeliharannya masing-masing. Coba ambil contoh kamu dan teman-temanmu iseng menghadiahkan seekor anak kambing kepada teman kalian yang menikah. Ini sama artinya memberikan tugas bagi temanmu itu untuk membangun kandang, mencari rumput setiap hari, membersihkan kandang, dan sebagainya. Keadaan bisa lebih rumit tatkala temanmu itu belum punya lahan dan energi yang cukup untuk semua itu. Jadi, jangan aneh-aneh, deh. Pilih saja barang yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari biar worry-free.

Hewan adalah makhluk hidup yang tidak seharusnya dijadikan sebagai hadiah. Oleh sebab itu, hindari melakukan hal konyol seperti ini, apa lagi bila niatnya sekadar untuk lucu-lucuan. Belajar jadi lebih bijaksana lagi, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team