Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pria sedang merawat tanaman
Ilustrasi pria sedang merawat tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

Intinya sih...

  • Merawat tanaman memberikan jeda mental di tengah rutinitas kerja yang padat

  • Biaya merawat tanaman murah tapi dampaknya konsisten untuk kesehatan mental jangka panjang

  • Mengajarkan ritme pelan yang sehat dan memberikan perasaan punya kendali di tengah tekanan pekerjaan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah kesibukan pekerjaan yang makin padat, meluangkan waktu untuk diri sendiri sering terasa sulit. Banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya ingin merawat diri, tapi terkendala waktu, biaya, dan energi. Padahal, self care bisa dilakukan dengan hal sederhana tanpa staycation mewah. Banyak cara yang bisa dilakukan di rumah tanpa mengganggu jadwal kerja.

Salah satunya dengan merawat tanaman, aktivitas yang sering diremehkan tapi bikin pikiran tenang. Merawat tanaman bisa memberikan jeda yang menyelamatkan kewarasan di tengah deadline. Aktivitas ini cukup fleksibel, bisa dilakukan di pagi hari atau malam setelah pulang. Nah, dibawah ini lima alasan logis kenapa merawat tanaman jadi alasan logis buat self care.

1. Memberikan jeda mental di tengah rutinitas kerja

Ilustrasi merawat tanaman sebagai bentuk self care (pexels.com/cottonbro studio)

Merawat tanaman membuat otak berhenti sejenak dari tekanan pekerjaan yang menumpuk. Saat merawat tanaman, perlahan fokus kamu beralih dari layar ke aktivitas fisik ringan. Aktivitas sederhana ini memberi efek seperti reset mental tanpa ambil cuti panjang. Nah, bagi pekerja sibuk, momen sederhana ini sangat berharga.

Tanaman gak menuntut hasil cepat, berbeda dengan pekerjaan yang semua terasa di kejar target. Kamu belajar hadir di momen saat ini tanpa tekanan untuk menjadi produktif. Perlahan, pikiran berubah jadi lebih tenang dan otak gak mudah tegang. Aktivitas ini membuatmu lebih mudah kembali ke ritme yang lebih manusiawi.

2. Biaya murah tapi dampaknya konsisten

Ilustrasi merawat tanaman indoor (pexels.com/cottonbro studio)

Yang membuat self care gagal adalah dianggap mahal dan butuh komitmen besar. Tapi, merawat tanaman justru sebaliknya, karena aktivitas ini bisa dimulai dengan modal kecil. Satu pot tanaman hias juga sudah cukup untuk memberikan rasa puas dan membuat pikiran tenang. Perawatannya juga cukup mudah bahkan tanpa membeli alat mahal.

Kamu bisa memanfaatkan barang yang ada di rumah. Efek relaksasinya muncul kalau kamu konsisten melakukannya setiap hari, bukan cuma sesekali. Ini membuat self care lebih realistis bagi orang yang sibuk dan waktu terbatas. Merawat tanaman bisa menjadi investasi kecil untuk kesehatan mental dalam jangka panjang.

3. Mengajarkan ritme pelan yang sehat

Ilustrasi wanita sedang merawat tanaman (pexels.com/Sasha Kim)

Dunia kerja selalu menuntut semua harus berjalan dengan cepat dan instan. Sedangkan tanaman tumbuh dengan ritme pelan yang gak bisa dipercepat. Nah, dari sini, kamu belajar bahwa gak semua hal harus selesai dalam waktu cepat. Proses menunggu daun tumbuh mengajarkan tentang sabar saat menunggu hasil.

Tanpa disadari, pola pikir ini terbawa ke cara kamu menghadapi masalah dalam pekerjaan. Kamu tetap bersikap tenang saat hasil belum terlihat. Ritme pelan ini bisa membantu mengurangi rasa cemas yang terlalu berlebihan. Self care terasa lebih dalam karena melibatkan cara berpikir, bukan cuma aktivitas permukaan.

4. Memberikan perasaan punya kendali di tengah tekanan

Ilustrasi ekspresi bahagia melihat tanaman (pexels.com/Sasha Kim)

Kesibukan pekerjaan membuatmu merasa hidup hanya dikendalikan jadwal dan tuntutan eksternal. Merawat tanaman memberikan rasa memiliki kendali atas sesuatu yang hidup. Kamu yang menentukan kapan menyiram, memindahkan tanaman atau merawatnya. Hal kecil seperti ini membuat kamu puas secara emosional yang sering hilang dalam rutinitas kerja.

Saat kamu melihat tanaman tumbuh subur, pelan-pelan memberikan rasa pencapaian tanpa tekanan target. Kamu gak dituntut untuk kerja cepat, cukup dengan konsisten dan perhatian. Aktivitas ini melatih kesabaran yang jarang terasah saat pekerjaan dilakukan serba instan. Tanaman bisa mengingatkan bahwa progres kecil tetap berarti.

5. Mudah diselipkan ke jadwal yang super sibuk

Ilustrasi wanita sedang memegang bunga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gak semua self care cocok untuk pekerja dengan waktu yang sangat terbatas. Merawat tanaman itu fleksibel dan gak perlu durasi panjang. Cukup beberapa menit dalam sehari sudah memberikan efek yang cukup menenangkan. Kamu bisa melakukannya di sela-sela jam istirahat atau sebelum tidur.

Aktivitas ini juga gak membutuhkan energi besar seperti olahraga berat. Justru aktivitas ini sangat ringan di lakukan dan menyenangkan setelah hari yang melelahkan. Nah, karena mudah dilakukan, kebiasaan ini bisa lebih konsisten dijalani. Konsistensi inilah yang membuat self care benar-benar bekerja dengan maksimal.

Merawat tanaman adalah bukti kalau self care gak harus rumit untuk bisa terasa manfaatnya. Bagi pekerja sibuk, aktivitas sederhana ini menjadi pegangan emosional yang cukup efektif di tengah tekanan. Dengan merawat tanaman kamu bisa belajar arti jeda, kesabaran, dan perhatian tanpa banyak tuntutan. Efeknya memang gak instan, tapi terasa stabil dan menenangkan.

Dari rutinitas kecil ini, kamu belajar merawat diri tanpa terbebani. Self care menjadi bagian dari hidup, bukan tugas tambahan yang melelahkan. Di tengah kesibukan, tanaman membuat kamu berhenti sejenak dan bernapas. Kadang, yang dibutuhkan cuma satu pot kecil untuk merasa lebih utuh kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team