Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Alasan Post Holiday Blues Sering Terjadi setelah Lebaran, Relate?
ilustrasi mulai malas (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Post holiday blues sering muncul setelah Lebaran karena perubahan drastis dari suasana santai liburan ke rutinitas kerja atau sekolah yang padat dan menuntut.
  • Perasaan hampa dan sedih muncul akibat berhentinya euforia kebahagiaan Lebaran secara tiba-tiba, ditambah pola tidur serta gaya hidup yang belum kembali stabil.
  • Tanggung jawab yang menumpuk, rasa rindu pada momen kebersamaan keluarga, dan ekspektasi liburan yang tidak selalu terpenuhi memperkuat munculnya post holiday blues.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang tidak bersemangat menyambut lebaran? Kita merasakan suasana meriah bersama keluarga. Tidak jarang, beberapa orang mengambil keputusan mudik ke kampung halaman untuk menikmati suasana lebaran yang lebih hangat.

Namun, setelah cuti lebaran usai, ternyata post holiday blues menjadi tantangan yang menyertai. Fenomena ini bukan hal aneh, bahkan sangat umum terjadi, terutama setelah momen spesial seperti Lebaran. Nah, kalau merasa kurang bersemangat pasca libur panjang, mungkin ini beberapa alasannya, relate gak nih?

1. Perubahan drastis dari suasana liburan ke rutinitas

ilustrasi tertekan (pexels.com/Resume Genius)

Selama lebaran, hidup terasa lebih santai. Bangun tanpa alarm, makan enak setiap hari, kumpul keluarga, dan minim tekanan. Tiba-tiba, semua itu harus berganti dengan jadwal kerja atau sekolah yang padat. Perubahan yang terlalu cepat ini bikin kita merasa kaget.

Dari mode santai ke mode produktif dalam waktu singkat tentu tidak mudah. Akibatnya, muncul rasa malas, lesu, bahkan kehilangan semangat. Kita merasa kesulitan kembali beradaptasi dengan kehidupan pasca lebaran yang sibuk.

2. Overload kebahagiaan yang tiba-tiba berhenti

ilustrasi merasa bosan (pexels.com/Kaboompics.com)

Tentu kita sudah tidak asing dengan momentum lebaran yang hangat dan penuh dengan suasana kebersamaan. Namun demikian, momen ini hanya berlangsung singkat. Pasca cuti lebaran, ternyata kita harus berhadapan dengan post holiday blues.

Ini terjadi karena overload kebahagiaan yang tiba-tiba berhenti. Energi positif yang sebelumnya meningkat tiba-tiba mengalami penurunan drastis. Hal ini bikin suasana hati terasa datar, bahkan cenderung sedih. Kita merasa hampa dan datar karena harus menghadapi rutinitas sebagaimana sebelumnya.

3. Pola tidur dan pola hidup yang berantakan

ilustrasi mengantuk (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Suasana lebaran turut diiringi dengan perubahan rutinitas. Kita memiliki pola tidur dan pola hidup yang cenderung berantakan. Tapi apakah kebiasaan ini akan dibawa berlanjut setelah cuti lebaran usai? Di sinilah kita akan menemukan mengapa post holiday blues sering terjadi pasca lebaran.

Kebiasaan tidur dan pola hidup yang berantakan membuat kita kesulitan menyesuaikan diri dengan rutinitas pada hari-hari normal. Seperti sulit fokus, energi cepat habis, atau bahkan merasa mengantuk sepanjang waktu. Inilah yang bikin performa terasa turun dan memicu perasaan tidak nyaman secara keseluruhan.

4. Tekanan untuk segera kembali ke tanggung jawab

ilustrasi merasa tertekan (pexels.com/ANTONI SHKRABA)

Setelah liburan, biasanya pekerjaan atau tugas menumpuk. Deadline menunggu, inbox penuh, dan tanggung jawab kembali hadir tanpa kompromi. Beban ini terasa lebih berat karena sebelumnya kita terbiasa santai.

Saat harus kembali ke rutinitas normal, kita butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Tidak jarang momentum ini terasa seperti beban dan tekanan. Kalau tidak diantisipasi, tekanan ini bisa berubah jadi stres ringan yang bikin mood makin drop.

5. Rasa rindu akan momen kebersamaan

ilustrasi melamun (pexels.com/ANTONI SHKRABA Production)

Libur lebaran adalah momentum yang membawa kebahagiaan. Ini adalah momen langka di mana keluarga besar berkumpul. Tapi begitu libur lebaran usai, setelah itu semua kembali ke kehidupan masing-masing.

Pada momentum ini, kita merasakan rindu akan kebersamaan. Suasana lebaran yang hangat masih hangat diingatan. Perasaan ini bisa memicu kesedihan halus yang bikin hari-hari setelah lebaran terasa sepi dan kurang berwarna.

6. Ekspektasi tinggi yang tidak selalu terpenuhi

ilustrasi malas bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Momentum cuti lebaran bukan hanya soal menikmati kegaduhan dan kemeriahan. Karena setelah cuti lebaran selesai, seringkali post holiday blues sudah menunggu. Kita cenderung malas dan tidak bersemangat ketika harus kembali pada rutinitas normal seperti biasanya.

Lantas, apa yang membuat fenomena ini sering terjadi pasca lebaran? Salah satunya ekspektasi tinggi yang tidak selalu terpenuhi. Setelah liburan selesai, rasa kecewa kecil ini bisa ikut terbawa dan memengaruhi suasana hati.

Mengalami post holiday blues itu wajar dan manusiawi. Kita tidak sendirian, banyak orang merasakan hal yang sama setelah lebaran. Yang penting adalah bagaimana cara mengelolanya agar tidak berlarut-larut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian