Menulis sering dianggap sebagai aktivitas netral, seolah apa pun yang ditulis hanya berhenti sebagai teks. Padahal, dalam kehidupan nyata, tulisan bisa melekat pada identitas penulisnya jauh lebih lama daripada niat awal saat menulis.
Kesalahan memilih topik atau konteks bisa berdampak ke reputasi, relasi, bahkan peluang di kemudian hari. Karena itu, menulis bukan hanya soal keberanian berekspresi, tetapi juga soal keputusan. Berikut alasan mengapa tidak semua hal layak ditulis dan dipublikasikan.
