Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Tahun Baru Islam (freepik.com/freepik)
Ilustrasi Tahun Baru Islam (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Memperbanyak salat sunah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melatih kekhusyukan dalam beribadah.

  • Membaca, memahami, dan menghidupkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dengan konsistensi dan keikhlasan.

  • Memperbanyak zikir, doa, dan sedekah untuk menjaga hati tetap tenang, terhubung dengan Allah, serta berbagi kepada sesama.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Awal Ramadan selalu punya energi yang berbeda. Bangun sahur masih semangat, masjid terasa lebih hidup, dan niat berbuat baik datang tanpa banyak paksaan. Sepuluh hari pertama ini adalah waktu terbaik untuk menyusun ulang ritme ibadah sebelum hari-hari selanjutnya terasa lebih padat.

Kalau fondasinya sudah kuat sejak awal, menjalani Ramadan sampai akhir akan terasa lebih ringan. Kuncinya bukan soal banyaknya amalan, tapi bagaimana kita memulainya dengan konsisten dan penuh kesadaran. Berikut beberapa amalan utama yang bisa jadi fokus di 10 hari pertama Ramadan!

1. Memperbanyak salat sunah

Ilustrasi salat duha (freepik.com/freepik)

Salat sunah memiliki keutamaan khusus di bulan Ramadan. Selain menjaga salat wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunah seperti Tahajud, Duha, Tarawih, Witir, serta salat rawatib sebelum dan sesudah salat fardu. Salat sunah menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus melatih kekhusyukan dalam beribadah.

Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan satu amalan sunah di bulan Ramadan, maka nilainya seperti orang yang melaksanakan amalan wajib di bulan lainnya.”
(HR Ibnu Khuzaimah)

Hadis ini menunjukkan bahwa amalan sunah di bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang sangat besar. Jika dibiasakan sejak awal Ramadan, salat sunah dapat menjadi pondasi spiritual agar ibadah tetap terjaga hingga akhir bulan sekaligus menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi dalam salat wajib.

2. Membaca, memahami, dan menghidupkan Al-Qur’an

Ilustrasi islam (freepik.com/freepik)

Ramadan tidak dapat dipisahkan dari Al-Qur’an. Inilah bulan diturunkannya kitab suci sebagai petunjuk bagi umat manusia. Karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an di 10 hari pertama Ramadan menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Tidak harus terburu-buru mengejar target besar, yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan.

Allah SWT berfirman,
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memberikan ketenangan batin dan menambah keimanan. Banyak ulama mencontohkan untuk memperbanyak tilawah, bahkan mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan. Dengan membiasakan diri sejak 10 hari pertama, interaksi dengan Al-Qur’an akan terasa lebih mengalir dan bermakna.

3. Memperbanyak zikir dan doa untuk menjaga hati

Ilustrasi tahun baru islam (pexels.com/ Ahmed Aqtai)

Zikir dan doa merupakan amalan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki dampak yang besar. Mengucap istighfar, tasbih, tahmid, dan tahlil di sela-sela aktivitas membantu menjaga hati tetap tenang dan terhubung dengan Allah selama menjalani puasa.

Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa yang berzikir kepada Allah di bulan Ramadan, maka diampuni dosa-dosanya.”
(HR At-Tirmidzi)

Sepuluh hari pertama Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa memohon rahmat dan ampunan. Salah satu doa yang sering diamalkan adalah,

Allahumma arhamni yaa arhamar raahimin

Doa ini sebagai permohonan agar Allah melimpahkan kasih sayang-Nya. Zikir dan doa bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga membantu menjaga kesabaran dan ketenangan selama berpuasa.

4. Memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama

Ilustrasi tahun baru islam (pexels.com/Konevi)

Ramadan juga dikenal sebagai bulan berbagi. Sedekah di bulan ini memiliki keutamaan yang besar, baik dalam bentuk harta, makanan, tenaga, maupun bantuan lainnya. Memberi makanan berbuka, membantu fakir miskin, atau meringankan beban orang lain merupakan bentuk nyata kepedulian sosial.

Rasulullah SAW bersabda,
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan.”
(HR At-Tirmidzi)

Sedekah tidak hanya membawa manfaat bagi penerimanya, tetapi juga membersihkan harta dan melapangkan rezeki bagi pemberinya. Dengan memulai sedekah sejak 10 hari pertama Ramadan, kebiasaan berbagi akan terus terjaga hingga akhir bulan dan mempererat ukhuwah antar sesama.

Sepuluh hari pertama Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memulai kembali kebiasaan baik. Ibadah dijalani pelan-pelan dengan salat yang dijaga, doa yang diperbanyak, dan kepedulian kepada sesama. Dari awal yang sederhana inilah, Ramadan bisa terasa lebih bermakna sampai akhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team