Ilustrasi pasta gigi (pexels.com/Karen Laårk Boshoff)
Jika menggunakan wangi-wangian sebelum ihram adalah sunah yang boleh dilakukan, lain halnya saat seseorang sudah berihram. Sebaliknya, salah satu hal yang tidak boleh dilakukan seseorang yang sedang berihram adalah menggunakan wewangian. Lantas, apakah boleh menggosok gigi saat ihram? Pasalnya, seseorang umumnya menggosok gigi dengan pasta gigi yang mungkin berasa dan beraroma.
Dilansir Rumaysho.com yang mengutip ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, ada 10 hal yang boleh dilakukan saat ihram.
- Mandi dengan air dan sabun yang tidak berbau harum.
- Mengikat izar (pakaian bawah atau sarung ihram).
- Menutupi tubuh dengan pakaian berjahit, asal tidak dipakai.
- Mencuci pakaian ihram dan mengganti dengan lainnya.
- Berbekam.
- Menyembelih hewan ternak, bukan hewan buruan.
- Bersiwak atau menggosok gigi walau berbau harum dalam pasta giginya, asalkan bukan bermaksud untuk digunakan sebagai parfum.
- Menggunakan kacamata.
- Berdagang.
- Menyisir rambut.
Jadi, buat kamu yang bertanya-tanya apakah menggosok gigi boleh dilakukan saat berihram, maka jawabannya boleh. Asal, kamu tidak meniatkan bersiwak atau menggosok gigi sebagai parfum, ya.
Kebersihan adalah hal yang dianjurkan dalam Islam. Salah satunya dengan menjaga kebersihan mulut dengan bersiwak. Rasulullah senang bersiwak untuk kebersihan rongga mulutnya. Hal ini seperti sabda Rasulullah,
السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ (رواه أحمد)
Artinya: “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb”. (Hadis shahih riwayat Ahmad, irwaul golil no 66). (Syarhul mumti’ 1/120 dan taisir ‘alam 1/62)