Di era serba digital dan canggih seperti sekarang, curhat ke AI terasa lebih praktis di tengah hidup yang serba cepat. Kamu bisa menumpahkan isi kepala kapan saja tanpa khawatir dipotong atau dihakimi. Dalam banyak situasi, ruang seperti ini membantu merapikan emosi sebelum kamu mengambil keputusan.
Namun, kenyamanan itu juga perlu disikapi dengan sadar. Ketika interaksi digital mulai menggantikan kebutuhan akan hubungan manusia, keseimbangan emosional bisa ikut terganggu. Supaya bercerita ke AI tetap jadi alat bantu, bukan pengganti relasi sosial, ada beberapa batas sehat curhat dengan AI yang harus dijaga. Yuk, simak!
