Journaling alias menulis jurnal kini semakin populer sebagai cara mengekspresikan diri, menjaga kesehatan mental, sekaligus mendukung perkembangan pribadi. Dari sekian banyak jenis journaling, tiga yang paling umum adalah bullet journal, gratitude journal, dan reflective journal. Meski sama-sama menggunakan buku catatan, ketiganya memiliki tujuan, gaya, dan manfaat yang berbeda.
Ketiganya sama-sama menggunakan pena dan buku, tetapi tujuan, ritme, dan dampaknya ternyata sangat berbeda. Bullet journal mengajakmu lebih produktif, gratitude journal mengasah rasa syukur, sedangkan reflective journal menuntunmu memahami makna di balik setiap pengalaman hidup. Pertanyaannya, mana yang paling cocok untukmu? Atau, mungkinkah kamu justru butuh menggabungkan ketiganya agar hidup terasa lebih terarah dan bermakna? Yuk, kita bahas perbedaan ketiganya!
