Di era pertemanan digital, bercanda menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan. Obrolan ringan di grup chat, komentar santai di media sosial, hingga balasan cepat penuh humor sering dianggap sebagai bentuk keakraban. Namun, batas antara candaan dan hal yang menyakitkan sering kali menjadi tipis, apalagi ketika komunikasi terjadi tanpa tatap muka.
Tanpa ekspresi wajah dan nada suara, pesan bercanda bisa dengan mudah disalahartikan. Hal yang awalnya dimaksudkan sebagai humor justru berubah menjadi sumber ketidaknyamanan. Yuk, pahami tanda-tanda jika bercanda sudah melewati batas dalam pertemanan digital agar hubungan tetap sehat dan saling menghargai!
