Hidup akan terasa jauh lebih berat kalau dihadapi dengan pesimisme. Setiap hari kamu tidak bisa lepas dari kekhawatiran hingga putus asa, bahkan sebelum memulai. Pikiranmu lebih fokus ke kemungkinan-kemungkinan terburuk daripada terbaik. Perasaan pun otomatis terpengaruh dan menjadi mendung.
Masalahnya, pesimisme tidak semata-mata dapat muncul dari dalam diri. Ada juga rasa pesimis yang ditanamkan oleh orang di sekitarmu. Baik itu saudara atau teman. Setiap dirimu mendengar perkataannya, keyakinan akan sesuatu segera memudar.
Optimisme yang telah dibangun olehmu dalam diri bisa runtuh seketika. Padahal, sebenarnya rasa percaya dirimu memiliki dasar yang kuat. Akan tetapi, embusan pesimisme dari orang lain tetap dapat menggoyahkan keyakinan. Kira-kira, kenapa dia tega bikin pesimis?
