Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buku Favorit Prilly Latuconsina, Ubah Cara Berpikir dan Keputusannya!
Buku Favorit Prilly Latuconsina. (instagram.com/prillylatuconsina96)

Prilly Latuconsina dikenal sebagai aktris multi talenta yang ternyata punya hobi membaca buku. Artis sinetron Ganteng-Ganteng Serigala dan dosen Ilmu Komunikasi LSPR ini membagikan 3 judul buku favoritnya dalam akun instagram pribadi. Menurut Prilly, sejumlah buku yang direkomendasikan ini mengubah cara berpikir serta pengambilan keputusan pribadinya.

Ia merekomendasikan ketiga buku di bawah ini kepada pembaca, bukan hanya karena memiliki kualitas yang baik namun juga diharapkan dapat membantu teman-teman untuk memperluas wawasan, terutama dari sisi psikologis. Simak 3 judul buku rekomendasi Prilly dalam artikel di bawah ini!

1. Invisible Influence: The Hidden Forces That Shape Behavior oleh Jonah Berger

Invisible Influence: The Hidden Forces That Shape Behavior oleh Jonah Berger (amazon.com)

Buku pertama yang menjadi favorit Prilly berjudul Invisible Influence: The Hidden Forces That Shape Behavior yang ditulis oleh Jonah Berger. Buku ini akan mengungkap bagaimana pengaruh eksternal mendorong individu dalam membentuk keputusan, kebiasaan hingga perilaku.

Catatan Jonah Berger selaku profesor pemasaran di University of Pennsylvania mengungkap bagaimana tindakan manusia terbentuk secara lebih mendalam. Sehingga kita dapat memahami proses pengambilan keputusan, dampaknya kita bisa lebih bijaksana dan cerdas menyikapi hal tersebut. Wawasan yang diberikan terkait kehidupan sosial juga bisa bantu memperbaiki kehidupan.

Menurut Prilly, buku ini sangat penting untuk self development karena membuat kita sadar bahwa banyak keputusan dalam hidup tidak sepenuhnya murni dipengaruhi oleh faktor tunggal yakni internal diri kita. Melainkan turut dipengaruhi oleh lingkungan, orang lain maupun normal sosial yang acap kali tidak terlihat.

"Buku ini bukan menolak pengaruh, tapi mengenali mana yang membentuk kita dan mana yang benar-benar kita pilih sendiri," jelasnya.

2. Concise Laws Of Human Nature oleh Robert Greene

Concise Laws Of Human Nature oleh Robert Greene (amazon.com)

Concise Laws Of Human Nature ditulis oleh Robert Greene, penulis best seller dari buku The 48 Laws of Power. Dalam buku ini, Robert membahas bagaimana manusia kerap kali tidak sadar akan sifat yang dimilikinya. Dengan membaca buku ini, manusia akan lebih memahami emosi, sisi psikologis manusia, serta muncul dorongan untuk meningkatkan kecerdasan emosional.

Menurut Prilly, catatan dari Robert dalam buku Concise Laws Of Human Nature mendorong pembaca untuk lebih peka akan pola atau sifat orang lain dan belajar mengontrol reaksi diri sendiri. Sebab, semakin kita paham sifat manusia, makin kecil kemungkinan kita terjebak oleh emosi atau dikendalikan oleh orang lain.

"Buku ini intinya membahas mengapa manusia seringkali gak rasional. Kenapa manusia mudah terbawa emosi, defensif, dan seringkali terdorong oleh motif yang bahkan kita sendiri gak selalu sadar," ujar Prilly.

3. The Myth of Sisyphus oleh Albert Camus

The Myth of Sisyphus oleh Albert Camus (amazon.com)

Buku terakhir adalah favorit Prilly, berjudul The Myth of Sisyphus karya Albert Camus. Karya Albert ini berisi esai filosofis yang membahas absurditas hidup manusia. Prilly menerangkan buku ini membahas tentang ketegangan antara keinginan manusia untuk menemukan makna dan dunia yang tidak memberikan jawaban. Makna hidup tidak selalu ditunjukkan melalui tujuan akhir melainkan dari itikad batin saat menjalaninya.

"Jadi di buku ini kita tuh harus menerima kenyataan hidup apa adanya tabnpa ilusi namun tetap memilih untuk menjalani hidup dengan kesadaran, kebebasan, dan juga gairah. Hingga pada akhirnya kita harus membayangkan Sisyphus bahagia," tutup Prilly.

Editorial Team