Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buku Non Fiksi yang Harus Kamu Baca di Tengah Isu Perang Dunia ke-3
Rekomendasi buku non fiksi terkait perang (gramedia.com | amazon.com.au | goodreads.com)
  • Isu potensi Perang Dunia ke-3 mencuat akibat meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik di Iran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
  • Artikel merekomendasikan lima buku non fiksi bertema sejarah, politik, dan kekuasaan untuk memahami dinamika geopolitik dunia secara lebih mendalam.
  • Buku-buku seperti karya Noam Chomsky, Rashid Khalidi, Machiavelli, Omar El Akkad, dan Sun Tzu menawarkan perspektif kritis tentang perang, kolonialisme, serta strategi kekuasaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Isu tentang potensi perang dunia ke-3 tengah santer diperbincangkan. Hal ini dilatar belakangi oleh memanasnya konflik di berbagai wilayah, termasuk krisis yang terjadi di Iran atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Potensi terjadinya konflik geopolitik perlu dipahami dari berbagai sudut pandang, termasuk sejarah dan politik dari masing-masing wilayah.

Salah satu cara untuk memperkaya perspektif adalah dengan membaca buku non fiksi yang berkaitan dengan isu tersebut. Beberapa rekomendasi buku bacaan di bawah ini membahas mengenai sejarah perang, politik, dan penindasan yang diinisiasi oleh penguasa. Lewat bacaan, kamu bisa mendapatkan konteks yang tepat atas situasi global saat ini.

1. Who Rules the World?

Who Rules the World? oleh Noam Chomsky (gramedia.com)

Dalam buku Siapa yang Mengangkangi Dunia atau Who Rules the World?, Noam Chomsky menguak bagaimana kekuatan global mengendalikan pilihan masyarakat. Selama setengah abad terakhir, Noam meneliti berbagai kebijakan pemerintah, lembaga negara, dan media-media di Amerika Serikat.

Who Rules the World? berupaya menguak berbagai isu dunia dan memahami polanya yang berulang dari masa ke masa. Dalam buku yang diterbitkan pada 2005, Noam memberikan pandangannya mulai dari kebangkitan Tiongkok, sanksi terhadap Iran, krisis di perbatasan Rusia, pertikaian abadi India dan Pakistan, serta penjajahan Israel terhadap Palestina. Buku ini menjadi catatan penting untuk memahami bagaimana segala hal di dunia ini berlangsung.

2. The Hundred Years of War in Palestine oleh Rashid Khalidi

The Hundred Years of War in Palestine oleh Rashid Khalidi. (amazon.com.au)

Buku yang ditulis oleh Rashid Khalidi memberikan gambaran terkait konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel sebagai penjajahan selama 100 tahun. Penulis merupakan cicit dari mantan walikota Yerusalem tahun 1899 sehingga catatannya memberikan gambaran awal tentang konflik ini.

Perang seratus tahun di Palestian menunjukkan bahwa perang ini bersifat kolonial, dilancarkan melawan penduduk asli oleh zionis kemudian Israel, dengan dukungan dari Inggris dan Amerika Serikat. Buku ini ditulis secara komprehensif untuk lebih memahami bagaimana sejarah terjadinya penghancuran Palestina hingga serangan Israel ke Gaza.

3. Il Principe (Sang Pangeran)

Il Principe ( Sang Pangeran ) : Buku Pedoman Para Diktator oleh Niccolo Machiavelli. (gramedia.com)

Buku ini di tulis pada 1513 oleh Niccolo Machiavelli, berisi panduan bagi pada penguasa untuk merebut dan mempertahankan kekuasaannya dengan segala cara. Buku ini bahkan dipercaya telah dibaca oleh hampir seluruh pemimpin dunia.

Sejumlah tokoh dunia menjuluki buku ini sebagai panduan menjadi diktator. Melalui buku ini, pembaca dapat memahami bagaimana kekuasaan dapat memebntuk nasib sekelompok masyarakat. Contohnya, Machiavelli menuliskan "...Membunuh sahabat perjuangan, mengkhianati teman-teman sendiri, tidak memiliki iman, tidak memiliki rasa kasihan, dan tidak memiliki agama; kesemua hal ini tidak dapat digolongkan sebagai tindakan yang bermoral, namun dapat memberikan kekuatan...".

4. One Day, Everyone Will Have Always Been Against This

One Day, Everyone Will Have Always Been Against This oleh Omar El Akkad. (amazon.com)

Memoar yang ditulis oleh Omar El Akkad ini mengkritik Barat dan imperialisme terutama berkaitan dengan genosida di Gaza. Penulis adalah seorang imigran yang datang ke Barat, tempat kebebasan dijanjikan. Namun, selama dua puluh tahun terakhir yang didapati justru pembantaian tanpa mitigasi di Gaza.

Omar menyimpulkan, bahwa apa yang dijanjikan oleh Barat adalah kebohongan. Sebab, baginya selalu ada kelompok yang akan diperlakukan tidak manusiawi. Perlakuan diskriminatif yang kurang humanis ini tidak hanya terjadi bagi orang Arab, Muslim, atau imigran, namun siapa pun yang tidak memiliki hak istimewa.

5. The Art of War

The Art of War oleh Sun Tzu. (goodreads.com)

The Art of War menjadi buku yang cukup populer untuk dibaca pada masa kini padahal buku ini ditulis 250 tahun lalu. Buku klasik yang ditulis oleh Sun Tzu ini mencatatkan berbagai strategi militer untuk peperangan.

Tak hanya mengulik pemikiran terkait taktik perang, dalam buku ini Sun Tzu menyebut perang adalah sebuah seni. Sehingga, diperlukan tipu muslihat dan kecerdasan untuk memahami karakter manusia.

Demikian beberapa buku yang bisa menambah perspektif kamu terkait situasi saat ini. Baca beberapa buku di atas untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai Perang Dunia ke-3, deh!

Editorial Team