Ilustrasi kakak beradik (pexels.com/olia danilevich)
Salah satu hal yang paling sering dirasakan anak pertama adalah sulit meminta bantuan. Mereka terbiasa menjadi tempat bersandar orang lain sehingga merasa aneh ketika harus bergantung pada orang lain.
Anak sulung sering tumbuh dengan harapan tinggi dan keyakinan bahwa mereka harus selalu bisa sendiri. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa membuat mereka merasa kesepian dan tertekan.
“Saya mendefinisikan oldest child syndrome sebagai tekanan yang dirasakan oleh anak tertua untuk memenuhi harapan tinggi yang dibebankan kepadanya, serta stres karena merasa harus menjadi panutan yang sempurna bagi saudara-saudaranya yang lain,” kata Nicholette Leanza, LPCC-S, konselor dan terapis klinis profesional dikutip dari Very Well Mind.
Padahal, terus-menerus memendam tekanan bisa berdampak pada kesehatan mental. Sandwich generation menunjukkan bahwa tekanan jangka panjang dapat memicu stres kronis dan kelelahan emosional, terutama ketika seseorang merasa harus menanggung semuanya sendirian.
Banyak anak pertama tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi kuat adalah kewajiban. Mereka belajar memendam sedih, mengalah lebih dulu, dan terus berjalan meski lelah. Anak pertama juga berhak punya mimpi, istirahat, dan meminta tolong.