Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Ampuh Menghentikan Overthinking karena Takut Berbuat Salah
ilustrasi overthinking (unsplash.com/Mikhail Nilov)
  • Overthinking muncul karena takut semua keputusan harus langsung sempurna.

  • Membandingkan diri dengan orang lain membuat pikiran makin terbebani.

  • Fokus pada tindakan kecil membantu mengurangi rasa takut berbuat salah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Overthinking sering muncul bukan karena kurang pintar, melainkan karena terlalu banyak mempertimbangkan hal yang belum tentu terjadi. Ketakutan berbuat salah membuat langkah terasa berat, bahkan untuk keputusan kecil yang seharusnya sederhana. Kondisi ini pelan-pelan menguras energi karena pikiran terus berputar tanpa benar-benar menghasilkan tindakan nyata.

Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan justru bagian dari proses yang tidak bisa dihindari. Berikut beberapa cara yang bisa membantumu menghentikan overthinking. Simak, yuk!

1. Menyadari bahwa tidak semua keputusan harus sempurna sejak awal

ilustrasi membuat keputusan (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE)

Banyak orang terjebak overthinking karena merasa setiap pilihan harus langsung benar sejak pertama kali dicoba. Padahal, sebagian besar keputusan dalam hidup bersifat sementara dan bisa diperbaiki seiring waktu. Memilih menu makan siang saja bisa berubah, apalagi keputusan yang lebih besar. Menganggap semua hal sebagai keputusan final justru membuat pikiran semakin sempit.

Coba lihat keputusan sebagai versi awal, bukan hasil akhir. Saat memilih pekerjaan, misalnya, fokus pada langkah pertama yang bisa dijalani, bukan bayangan 5 tahun ke depan. Dengan cara ini, pikiran tidak lagi dipaksa menebak masa depan yang belum jelas. Kesalahan tidak terasa menakutkan karena masih ada ruang untuk revisi. Pelan-pelan, beban di kepala jadi lebih ringan.

2. Menghentikan kebiasaan membandingkan diri dengan standar orang lain

ilustrasi membandingkan diri (pexels.com/Artem Podrez)

Overthinking sering dipicu oleh kebiasaan melihat hidup orang lain sebagai patokan. Media sosial memperlihatkan hasil akhir tanpa proses sehingga semua terlihat lebih rapi dan berhasil. Tanpa sadar, muncul tekanan untuk tidak boleh salah karena takut terlihat tertinggal. Padahal, setiap orang punya jalur yang berbeda.

Alih-alih membandingkan hasil, lebih masuk akal jika melihat konteksnya. Orang yang terlihat berhasil mungkin sudah melewati banyak kesalahan yang tidak terlihat. Membandingkan diri dengan versi ideal orang lain hanya menambah beban yang tidak perlu. Fokus pada langkah sendiri membuat keputusan terasa lebih realistis. Pikiran pun tidak mudah terseret ke skenario yang berlebihan.

3. Membatasi waktu berpikir sebelum mengambil keputusan kecil

ilustrasi overthinking (pexels.com/Vitaly Gariev)

Tidak semua hal perlu dipikirkan lama, terutama keputusan yang dampaknya tidak besar. Kebiasaan menunda keputusan kecil justru melatih kamu untuk terus ragu. Semakin sering dilakukan, semakin sulit membedakan mana yang penting dan mana yang tidak. Akhirnya, semua hal terasa berat.

Coba beri batas waktu sederhana, misalnya 5 menit untuk memilih sesuatu yang tidak krusial. Dengan cara ini, otak belajar bahwa tidak semua hal butuh analisis panjang. Keputusan jadi lebih cepat tanpa harus merasa ceroboh. Semakin sering dilatih, kepercayaan diri dalam mengambil keputusan akan terbentuk. Overthinking pun perlahan berkurang karena tidak diberi ruang terlalu lama.

4. Mengubah cara melihat kesalahan sebagai bagian dari proses

ilustrasi overthinking (pexels.com/Vitaly Gariev)

Ketakutan berbuat salah biasanya datang dari anggapan bahwa kesalahan merupakan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Padahal, dalam praktiknya, hampir semua orang belajar justru dari kesalahan tersebut. Menghindari kesalahan sepenuhnya justru membuat seseorang tidak bergerak sama sekali. Ini yang sering tidak disadari.

Coba lihat kesalahan sebagai data, bukan kegagalan. Saat mencoba hal baru, lalu tidak berhasil, misalnya, itu berarti ada informasi yang bisa dipakai untuk langkah berikutnya. Cara ini membuat kesalahan terasa lebih netral, tidak lagi menakutkan. Ketika rasa takut berkurang, pikiran tidak lagi sibuk memikirkan kemungkinan buruk.

5. Mengalihkan fokus ke tindakan kecil yang bisa langsung dilakukan

ilustrasi overthinking (pexels.com/ cottonbro studio)

Overthinking sering membuat seseorang sibuk di kepala, tetapi tidak bergerak sama sekali. Semua terasa harus dipikirkan matang, padahal tindakan kecil bisa memberi kejelasan lebih cepat. Menunggu kepastian justru membuat situasi terasa semakin rumit. Padahal, langkah kecil sering kali cukup untuk memulai.

Kamu bisa mulai dari hal paling sederhana yang bisa kamu lakukan saat itu juga, misalnya mengirim pesan, membuat daftar, atau mencoba satu langkah awal. Tindakan kecil membantu memecah kebuntuan yang selama ini terasa besar. Dari situ, arah berikutnya biasanya jadi lebih jelas tanpa perlu dipikirkan berlebihan. Pikiran yang tadinya penuh perlahan, jadi lebih terarah.

Overthinking karena takut berbuat salah memang tidak hilang dalam satu kali coba, tetapi bisa dikurangi lewat cara yang lebih praktis dan masuk akal. Kuncinya bukan menghilangkan rasa takut sepenuhnya, melainkan tetap bergerak meski rasa itu masih ada. Ketika langkah kecil terus dilakukan, kepercayaan diri akan terbentuk dengan sendirinya. Lalu, masih mau terus menunggu sampai semua terasa pasti atau mulai bergerak sekarang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎