Pernah gak sih kamu merasa senang sesaat setelah belanja, lalu beberapa waktu kemudian justru muncul rasa bersalah? Barang yang tadinya terasa penting mendadak cuma diam di sudut kamar atau lemari. Uang sudah terlanjur keluar, tapi kepuasan yang diharapkan gak bertahan lama. Penyesalan setelah belanja seperti ini sering dialami banyak orang, meski jarang disadari sejak awal.
Di tengah promo agresif dan diskon yang terus bermunculan, belanja impulsif makin sulit dihindari. Keputusan membeli sering diambil secara spontan, tanpa benar-benar dipikirkan. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat pengeluaran bocor tanpa terasa. Yuk simak lima cara realistis untuk berhenti membeli barang yang gak dibutuhkan agar belanja terasa lebih sadar dan terkendali.
