Setiap orang tentu menginginkan tempat tinggal di wilayah yang aman dari bencana. Namun nyatanya, kondisi tersebut belum bisa dirasakan oleh semua orang. Bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana, seperti di dekat kaki gunung api, pesisir pantai, atau wilayah yang rentan mengalami pergeseran tanah, risiko akan datangnya bencana sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Ada alasan kuat mengapa di antara mereka masih banyak yang tetap tinggal di daerah rawan bencana. Mulai dari keterikatan sosial dan emosional yang erat terhadap tempat tinggal mereka, dekat dengan sumber mata pencaharian, hingga adanya keterbatasan biaya hidup.
Walaupun demikian, bukan berarti bencana yang datang tidak dapat diantisipasi. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana bisa menerapkan gaya hidup adaptif guna mengurangi risiko sekaligus dampak dari bencana yang akan terjadi. Berikut ini IDN Times mengulas tentang gaya hidup di daerah rawan bencana, dalam upaya mempertahankan diri sekaligus membangun ruang yang nyaman.
