WFH terdengar fleksibel dan nyaman di awal. Tidak perlu bermacet-macetan, bisa kerja pakai baju santai, dan kopi selalu dekat. Namun makin lama, batas antara ruang kerja dan ruang pribadi mulai kabur. Notifikasi masuk saat makan malam, revisi datang ketika kamu sudah rebahan.
Situasi ini sering bikin kamu merasa selalu “siaga”. Badan ada di rumah, tapi pikiran tetap di kantor. Kalau dibiarkan, pola seperti ini bisa menggerus work life balance dan memicu burnout pelan-pelan. Yuk simak lima cara membangun batasan kerja rumah yang lebih tegas dan realistis.
