Setiap awal tahun, linimasa dipenuhi resolusi. Contohnya saja bangun pagi jam lima, olahraga setiap hari, menabung sekian persen gaji, hingga target karier yang terlihat ambisius. Sayangnya, banyak resolusi tersebut gugur sebelum bulan kedua berjalan. Bukan karena kita malas, tetapi karena resolusi itu sering kali tidak selaras dengan ritme hidup kita sendiri.
Kita terlalu sibuk mengejar tren, lupa mendengarkan pola hidup yang sudah kita jalani sehari-hari. Menyusun resolusi seharusnya bukan tentang terlihat produktif di mata orang lain, melainkan tentang hidup yang terasa lebih pas dan berkelanjutan. Berikut lima cara menyusun resolusi yang berpijak pada ritme hidup.
