Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi lelah
ilustrasi lelah (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Intinya sih...

  • Ceritakan apa yang kamu rasakan kepada orang yang dipercaya

  • Atur waktu belajar dengan realistis dan jangan lupa istirahat

  • Lakukan aktivitas fisik ringan untuk meredakan stres

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tekanan akademik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pelajar maupun mahasiswa. Mulai dari tugas yang menumpuk, ujian yang silih berganti, hingga ekspektasi tinggi dari orangtua dan lingkungan sekitar. Wajar saja kalau kadang kamu merasa kewalahan menghadapi semuanya. Namun, yang jadi masalah adalah ketika tekanan itu justru dipendam sendiri tanpa tahu cara menyalurkannya dengan benar.

Dampaknya? Bisa beragam, mulai dari stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga menurunnya performa belajar. Padahal, tekanan akademik ini sebenarnya bisa dikelola dengan baik asalkan kamu tahu caranya. Nah, buat kamu yang sedang berjuang, yuk, simak beberapa cara sehat menghadapi tekanan akademik berikut ini.

1. Ceritakan apa yang kamu rasakan kepada orang yang dipercaya

ilustrasi belajar (pexels.com/MART PRODUCTION)

Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan banyak orang adalah menyimpan semua beban sendirian. Padahal, berbagi cerita dengan orang lain bisa sangat membantu meringankan perasaan yang mengganjal. Kamu gak harus langsung mencari solusi, kok. Kadang, sekadar didengarkan saja sudah cukup membuat hati lebih lega.

Coba deh luangkan waktu untuk bercerita kepada orangtua, sahabat, atau bahkan guru BK di sekolah. Kalau merasa belum nyaman bercerita secara langsung, menulis jurnal atau curhat lewat chat pun boleh banget. Yang penting, jangan biarkan tekanan itu terus mengendap tanpa ada jalan keluar, ya!

2. Atur waktu belajar dengan realistis dan jangan lupa istirahat

ilustrasi belajar (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sering kali, tekanan akademik muncul karena manajemen waktu yang kurang tepat. Kamu mungkin merasa harus belajar terus-menerus agar bisa menguasai semua materi. Padahal, belajar tanpa jeda justru bisa membuat otak kelelahan dan informasi yang masuk malah gak maksimal. Jadi, bagaimana solusinya?

Cobalah untuk membuat jadwal belajar yang realistis sesuai kemampuanmu. Sisipkan waktu istirahat di antara sesi belajar, misalnya dengan teknik pomodoro yang membagi waktu menjadi 25 menit fokus dan 5 menit istirahat. Dengan begitu, kamu tetap produktif tanpa harus memforsir diri sendiri secara berlebihan.

3. Lakukan aktivitas fisik ringan untuk meredakan stres

Ilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jangan remehkan kekuatan olahraga dalam mengatasi tekanan akademik, ya! Aktivitas fisik terbukti mampu melepaskan hormon endorfin yang bisa membuat suasana hati jadi lebih baik. Kamu gak perlu melakukan olahraga berat, kok. Jalan kaki santai di sekitar rumah, stretching ringan, atau sekadar jogging pagi sudah cukup membantu.

Selain meredakan stres, olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur dan konsentrasi saat belajar. Jadi, kalau sedang merasa penat dengan tumpukan tugas, coba deh sisihkan waktu sebentar untuk menggerakkan badan. Dijamin, setelahnya kamu akan merasa lebih segar dan siap kembali bertempur!

4. Tetapkan ekspektasi yang wajar dan hargai setiap progres kecil

ilustrasi belajar (pexels.com/MART PRODUCTION)

Salah satu pemicu utama tekanan akademik adalah ekspektasi yang terlalu tinggi, baik dari diri sendiri maupun orang lain. Kamu mungkin merasa harus selalu mendapat nilai sempurna atau menjadi yang terbaik di kelas. Padahal, standar yang terlalu tinggi itu justru bisa membuatmu merasa gagal terus-menerus meski sebenarnya sudah berusaha keras.

Coba deh ubah perspektifmu. Fokuslah pada progres, bukan kesempurnaan. Rayakan setiap pencapaian kecil yang berhasil kamu raih, entah itu berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu atau memahami materi yang sebelumnya terasa sulit. Dengan menghargai proses, kamu akan lebih menikmati perjalanan belajar tanpa tekanan berlebih.

5. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional bila diperlukan

ilustrasi psikolog (pexels.com/Antoni Shkraba)

Kalau tekanan akademik yang kamu rasakan sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau bahkan merasa cemas berlebihan, mungkin sudah saatnya mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau konselor bukan tanda kelemahan, lho. Justru itu menunjukkan bahwa kamu peduli dengan kesehatan mentalmu sendiri.

Sekarang sudah banyak layanan konseling yang bisa diakses, baik secara langsung maupun online. Jangan tunggu sampai kondisinya semakin parah, ya. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

Tekanan akademik memang gak bisa dihindari sepenuhnya, tapi bukan berarti kamu harus menghadapinya sendirian. Dengan cara sehat menghadapi tekanan akademik, kamu bisa tetap menjaga keseimbangan antara tuntutan dan kesehatan mental. Jadi, sudah siap untuk lebih gentle dengan diri sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team