Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Cara Tetap Tenang di Tengah Keramaian Lebaran, Isi Ulang Energi
ilustrasi tenang di kebun bunga (pexels.com/Anastasia Lashkevich)
  • Artikel membahas tantangan menjaga ketenangan saat rumah ramai di momen Lebaran, terutama bagi yang lebih nyaman dengan suasana tenang.
  • Dijelaskan delapan cara sederhana untuk mengisi ulang energi, seperti bangun pagi, mencari sudut sepi, hingga mengambil tugas rumah tangga tertentu.
  • Pesan utamanya adalah pentingnya mengenali batas diri dan mencuri waktu pribadi agar tetap tenang serta menikmati kebersamaan keluarga tanpa stres.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Suasana Lebaran identik dengan keramaian di rumah. Saudara-saudara saling mengunjungi. Semua anggota keluarga yang merantau pulang kampung. Tetangga-tetangga juga bersilaturahmi. Satu sisi, tentu suasana ramai ini menyenangkan.

Tanda bahwa keluarga besarmu masih harmonis. Namun, rumah menjadi ramai sepanjang hari. Sepinya hanya saat tiba waktu tidur. Kondisi begini yang berlangsung selama beberapa hari dapat menyebabkan kelelahan sampai kecemasan.

Khususnya buatmu yang lebih suka ketenangan. Ada delapan cara sederhana untukmu tetap bisa merasakan ketenangan di tengah ramainya suasana Idulfitri di rumah. Isi ulang energimu sebelum habis total dan kamu terlalu bad mood untuk bertemu orang-orang.

1. Bangun lebih pagi biar masih sepi dan lakukan rutinitas kecilmu

ilustrasi menikmati kopi pagi (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Memang sangat sulit untuk mendapatkan momen sepi di rumah selama perayaan Idulfitri. Kalau menunggu rumah benar-benar sepi barangkali baru H+7 Lebaran. Semua orang telah kembali ke rantau dan beraktivitas seperti biasa.

Gunakan waktu di pagi hari untuk melakukan rutinitas kecilmu yang menenangkan. Ketika anggota keluarga masih nyenyak, buat kopi atau teh kesukaanmu. Dirimu dapat menikmatinya sambil membaca buku. Bisa juga kamu menyelinap ke luar untuk berolahraga ringan sambil menghirup udara segar.

2. Duduk di pojok atau tempat yang agak jauh

ilustrasi duduk di pojok (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Secara umum memang rumahmu ramai. Akan tetapi, ada titik-titik yang agak lebih sepi. Itu adalah kursi-kursi pojok, apalagi kalau kursi tunggal. Titik paling ramai biasanya di tengah ruangan. Maka menjauhlah. Termasuk dengan kamu menikmati hidangan khas Lebaran di teras jika di dalam rumah terlalu banyak orang plus berisik.

3. Terus katakan pada diri sendiri bahwa keramaian ini hanya sementara

ilustrasi kumpul keluarga (pexels.com/Helena Lopes)

Paham kok, kamu pasti merasa sumpek dengan keramaian di rumah yang seperti gak ada akhirnya. Akan tetapi, faktanya tentu ini hanya sementara. Paling cuma beberapa hari. Rumah bakal berangsur-angsur sepi kembali. Kamu mesti membawa diri pada kesadaran ini supaya gak merasa terjebak dalam kegaduhan untuk selamanya.

4. Tim beli ini itu di minimarket sambil menyepi dulu di bangkunya

ilustrasi menikmati minuman (pexels.com/Du Tử Mộng)

Dengan berbagai acara di rumah plus banyaknya orang biasanya ada saja hal-hal yang perlu dibeli. Seperti jajan untuk anak-anak, popok yang habis, sabun cuci piring ternyata juga ludes, dan sebagainya. Jadilah orang yang terdepan mengambil tugas belanja ini.

Setiap kali kamu ke minimarket dapat sambil menenangkan diri sejenak. Cukup dengan beli minuman dingin atau panas, sedikit jajanan, dan duduk di kursi yang disediakan. 15 sampai 20 menit pun sudah cukup untukmu kembali ke rumah dengan perasaan yang lebih enteng.

5. Jangan terprovokasi ucapan-ucapan yang kurang menyenangkan

ilustrasi bisik-bisik (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Sumber rasa gak tenangmu juga dapat dari provokasi orang lain. Ada perkataan-perkataan orang yang mengusik hatimu. Seperti beberapa tamu yang berbisik-bisik soal dirimu belum menikah. Padahal, adikmu malah sudah berumah tangga. Kamu sebaiknya tak usah memusingkannya.

6. Ambil tugas menjemur atau mengangkat jemuran

ilustrasi menjemur (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Tugas rumah tangga menjadi berlipat ketika semua saudara berkumpul di rumah. Terutama dalam hal cucian. Meski sudah ada mesin cuci, nantinya pakaian tetap harus dijemur manual. Begitu pula saat jemuran telah kering kudu diangkat.

Ambil saja tugas ini supaya kamu dapat menyingkir cukup lama dari kegaduhan di dalam rumah. Bayangkan dirimu dapat sampai setengah jam di halaman belakang atau tempat jemuran di atas tanpa gangguan siapa pun. Hanya ada kamu, cahaya matahari, langit biru, angin sepoi-sepoi, plus bau wangi detergen.

7. Tak memaksakan diri terus menemani bocil bermain jika gak tahan

ilustrasi mengasuh anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bukan soal kamu gak sayang sama anak-anak apalagi keponakan sendiri. Namun, jujur saja memang suara dan perilaku bocil-bocil paling sering bikin dirimu stres, kan? Mereka berteriak-teriak, berlarian, dan sedikit-sedikit bertengkar lalu menangis.

Duniamu yang biasanya tenang seketika seperti balon yang pecah. Kamu tak lagi merasakan kedamaian di rumah. Daya tahan orang dalam menghadapi anak-anak memang gak sama. Jika dirimu tidak kuat dengan tingkah mereka, menepilah pelan-pelan. Toh, ada orangtua masing-masing. Kamu tak perlu mendadak seperti menjadi pengasuh mereka.

8. Sesekali gak ikut pergi dan pilih jaga rumah

ilustrasi bikin teh sambil scrolling (pexels.com/Anna Pou)

Sering kali acara kumpul keluarga ketika Lebaran juga diisi dengan jalan-jalan. Seperti anak-anak minta berenang atau ke kebun binatang. Seru sih, tapi kalau energimu sudah tipis sekali karena suasana rumah yang ramai terus, inilah waktunya rehat.

Kamu mending jaga rumah saja. Mungkin dirimu jadi kebagian tugas beres-beres. Namun, itu pasti dapat dikerjakan dalam waktu singkat saat rumah kosong. Bonusnya, kamu akhirnya merasakan ketenangan. Biasanya mereka gak akan kembali dalam waktu singkat. Dirimu masih dapat rebahan, tidur, sampai menonton film atau buka medsos.

Di momen Lebaran, ketenangan menjadi sesuatu yang mahal. Apalagi bila semua orang seperti tumpah di rumahmu. Kamu harus pandai mencuri waktu buat sejenak kembali merasakan sepi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team