Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-18: Zikir Penyejuk Hati
Ilustrasi ceramah Tarawih 2026 Malam ke-18 (pexels.com/Photo by Alena Darmel)
  • Ceramah tarawih malam ke-18 tahun 2026 menyoroti pentingnya zikir sebagai penyejuk hati di tengah kehidupan modern yang sering membuat manusia lelah secara emosional dan mental.
  • Zikir dijelaskan bukan hanya ucapan lisan, tetapi juga penghayatan hati yang mampu menumbuhkan ketenangan, kedekatan dengan Allah SWT, serta mengendalikan emosi dan sikap sehari-hari.
  • Melalui momentum Ramadan, jamaah diajak membiasakan zikir agar memperoleh ketenangan sejati, memperkuat iman, dan menjadikan amalan ini bagian dari kehidupan setelah bulan suci berakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ceramah tarawih 2026 malam ke-18 merupakan momen yang tepat untuk mengingatkan kepada jamaah tentang zikir penyejuk hati. Di tengah kehidupan modernisasi, manusia sering kali merasa lelah baik secara emosional maupun mental. Untuk itu, zikir dapat menjadi salah satu solusi untuk menyejukkan hati sekaligus menguatkan hubungan antara seorang hamba dengan Allah SWT.

Melalui ceramah tarawih 2026 malam ke-18, jamaah diajak untuk memahami inti dari zikir. Zikir merupakan ibadah yang tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga ditanamkan di dalam hati. Dengan memperbanyak zikir, diharapkan jamaah dapat merasakan ketenangan dan ketenteraman hati.

1. Bagian pembuka

ilustrasi berzikir (pexels.com/Michael Burrows)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washshalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya wal mursalin, Sayyidina Muhammad SAW, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Jamaah tarawih yang dimuliakan Allah, dalam kehidupan yang serba cepat ini, banyak orang yang menginginkan kedamaian hati. Di tengah ritme kehidupan yang penuh hiruk pikuk, kita sering kali merasa selalu gelisah dan cemas. Perasaan ini muncul karena hati manusia sering lalai dalam mengingat Allah SWT.

Sebagai seorang Muslim, Islam mengajarkan bahwa ketenangan hati bisa dijemput dengan berzikir. Zikir merupakan ibadah penyejuk hati yang sangat bermanfaat bagi seorang Muslim. Dengan berzikir, seorang manusia dapat merasa dekat dengan Tuhan-Nya serta memperoleh ketenangan di berbagai situasi.

2. Bagian isi

ilustrasi berzikir (pexels.com/ Thirdman)

Jamaah yang dimuliakan Allah, zikir merupakan cara utama dalam menyejukkan hati menurut ajaran Islam. Pada praktiknya, zikir merupakan cara berkomunikasi seorang hamba dengan Allah SWT yang dapat menghilangkan kecemasan dan kegelisahan. Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨

alladzîna âmanû wa tathma'innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma'innul-qulûb

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tentram.” (QS. Ar-Ra’d ayat 28).

Pada ayat tersebut, dijelaskan bahwa ketenangan sejati tidak datang dari harta yang bergelimang, jabatan yang tinggi, atau kesuksesan. Banyak orang yang telah mencapai semua itu, namun hatinya kosong dan selalu merasa cemas. Ketenangan sejati datang dari kedekatan dengan Allah SWT dengan cara mengingatnya.

Zikir merupakan salah satu sarana agar seorang hamba dapat terhubung dengan Allah SWT. Melalui zikir, seorang hamba akan selalu mawas diri, merasa dirinya dalam pengawasan dan kasih sayang Allah. Kesadaran ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa setiap masalah memiliki jalan keluarnya.

Jamaah yang dimuliakan Allah, pada bulan Ramadan ini, kesempatan berzikir menjadi semakin luas. Setiap waktu dalam Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Seorang Muslim dapat memanfaatkan bulan ini untuk semakin dekat dengan Tuhan-Nya.

Selain menyejukkan hati, zikir juga membantu seseorang dalam mengendalikan emosi dan sikap. Ketika hati terus mengingat Allah, maka orang tersebut akan senantiasa menjaga lisan dan sikapnya. Kesadaran sederhana seperti ini akan membentuk karakter yang sabar, bijaksana, dan rendah hati.

Melalui bulan Ramadan ini, berzikir merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu seseorang untuk mengubah karakter menjadi lebih baik. Dengan zikir, hati akan menjadi lebih lembut dan mudah menerima berbagai kebaikan. Kebiasaan seperti ini diharapkan tidak hanya dilakukan selama Ramadan, tetapi juga terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

3. Bagian penutup

ilustrasi pria yang sedang berzikir (pexels.com/Michael Burrows)

Jamaah yang berbahagia, dewasa ini, ketenangan hati sulit dicari, bahkan dengan harta atau berbagai hal lainnya. Untuk itu, marilah membiasakan diri untuk berzikir dan terus mengingat Allah SWT agar kita dapat menikmati ketenangan sejati. Dengan berzikir, semoga Allah senantiasa meridai kita dengan ketenangan dan kasih sayangnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah ceramah tarawih 2026 malam ke-18 tentang zikir penyejuk hati. Melalui amalan ini, diharapkan jamaah mengetahui bahwa zikir bukan sekadar amalan lisan, tetapi juga sarana menenangkan hati dan memperkuat iman. Dengan memperbanyak zikir, semoga hati menjadi tenteram, hidup lebih bermakna, dan hubungan dengan Allah SWT semakin dekat.

Editorial Team