Jamaah yang dimuliakan Allah, zikir merupakan cara utama dalam menyejukkan hati menurut ajaran Islam. Pada praktiknya, zikir merupakan cara berkomunikasi seorang hamba dengan Allah SWT yang dapat menghilangkan kecemasan dan kegelisahan. Allah SWT berfirman:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
alladzîna âmanû wa tathma'innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma'innul-qulûb
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tentram.” (QS. Ar-Ra’d ayat 28).
Pada ayat tersebut, dijelaskan bahwa ketenangan sejati tidak datang dari harta yang bergelimang, jabatan yang tinggi, atau kesuksesan. Banyak orang yang telah mencapai semua itu, namun hatinya kosong dan selalu merasa cemas. Ketenangan sejati datang dari kedekatan dengan Allah SWT dengan cara mengingatnya.
Zikir merupakan salah satu sarana agar seorang hamba dapat terhubung dengan Allah SWT. Melalui zikir, seorang hamba akan selalu mawas diri, merasa dirinya dalam pengawasan dan kasih sayang Allah. Kesadaran ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa setiap masalah memiliki jalan keluarnya.
Jamaah yang dimuliakan Allah, pada bulan Ramadan ini, kesempatan berzikir menjadi semakin luas. Setiap waktu dalam Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Seorang Muslim dapat memanfaatkan bulan ini untuk semakin dekat dengan Tuhan-Nya.
Selain menyejukkan hati, zikir juga membantu seseorang dalam mengendalikan emosi dan sikap. Ketika hati terus mengingat Allah, maka orang tersebut akan senantiasa menjaga lisan dan sikapnya. Kesadaran sederhana seperti ini akan membentuk karakter yang sabar, bijaksana, dan rendah hati.
Melalui bulan Ramadan ini, berzikir merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu seseorang untuk mengubah karakter menjadi lebih baik. Dengan zikir, hati akan menjadi lebih lembut dan mudah menerima berbagai kebaikan. Kebiasaan seperti ini diharapkan tidak hanya dilakukan selama Ramadan, tetapi juga terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.