Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ceramah di masjid (pexels.com/Ahmet Polat)
ilustrasi ceramah di masjid (pexels.com/Ahmet Polat)

Intinya sih...

  • Umat Islam kembali melanjutkan ibadah puasa dan salat Tarawih pada malam kedua bulan Ramadan.

  • Ceramah Tarawih mengangkat tema tentang niat dalam berpuasa dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah Ramadan.

  • Niat yang tulus dan keikhlasan dalam ibadah menjadi kunci diterimanya amalan seorang muslim di bulan suci Ramadan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki malam kedua bulan suci Ramadan, umat Islam kembali melanjutkan rangkaian ibadah puasa dan salat Tarawih. Pada malam ini, ceramah Tarawih umumnya mengangkat tema tentang niat dalam berpuasa dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah sepanjang bulan suci Ramadan. Tema tersebut penting untuk diingat karena niat menjadi pondasi utama diterima atau tidaknya setiap amal seorang muslim. 

Melalui ceramah malam kedua ini, jemaah diajak untuk kembali meluruskan dan memperkuat tujuan berpuasa sejak awal Ramadan. Ini agar setiap ibadah yang dijalani benar-benar dilandasi keikhlasan karena Allah SWT. Berikut contoh teks ceramah Tarawih 2026 malam kedua yang dapat kamu jadikan referensi. Simak selengkapnya di bawah ini.


1. Pembuka

ilustrasi ceramah (unsplash.com/imam hassan)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin jamaah Tarawih yang dirahmati Allah SWT, pada malam kedua Ramadan ini, marilah kita kembali meluruskan dan menguatkan niat dalam menjalankan ibadah puasa serta seluruh amalan di bulan yang penuh berkah ini.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam sehingga kita masih diberi kesempatan menikmati Ramadan tahun ini. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.


2. Isi

ilustrasi penceramah di masjid (pexels.com/Alena Darmel)

Jamaah sekalian,

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memperbaiki niat dan menjaga keikhlasan dalam setiap ibadah. Segala amalan yang kita lakukan, baik puasa, salat Tarawih, membaca Al-Qur’an, maupun sedekah, semua itu akan bernilai besar di sisi Allah jika dilandasi iman dan mengharap ridha-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadan (salat Tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini mengajarkan bahwa kunci dari ibadah bukan hanya pada pelaksanaannya, tetapi pada niat yang tulus karena Allah SWT. Dengan niat yang benar, ibadah yang kita lakukan dapat menjadi wasilah pengampunan dosa dan jalan untuk kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa dan melaksanakan qiyam Ramadan dengan penuh keimanan serta mengharap pahala, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana hari ia dilahirkan. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan ibadah di bulan Ramadan.

Salat Tarawih sendiri merupakan sunah muakkadah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Beliau pernah melaksanakannya secara berjamaah di masjid hingga para sahabat berbondong-bondong mengikuti. Namun, beliau kemudian tidak melanjutkannya secara terus-menerus karena khawatir akan diwajibkan atas umatnya.

Hal ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa meskipun Tarawih hukumnya sunah, ia adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan penuh keutamaan. Oleh karena itu, jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah, bukan hanya memperbanyak kuantitasnya. Perkuat niat, jaga keikhlasan, dan hindari riya dalam beramal. Karena sesungguhnya Allah tidak melihat banyaknya amal, tetapi melihat ketulusan hati hamba-Nya.

3. Penutup

ilustrasi seseorang mendengarkan ceramah (pexels.com/mohammad ramezani)

Hadirin yang dimuliakan Allah SWT,

Semoga di malam-malam Ramadan ini, kita mampu menjaga niat yang lurus dan keikhlasan dalam setiap ibadah yang kita lakukan. Semoga Allah menerima puasa kita, salat Tarawih kita, serta seluruh amal kebaikan kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Wallahu a’lam bishawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah contoh teks ceramah Tarawih malam kedua yang dapat kamu jadikan referensi agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan niat yang lebih lurus, hati yang lebih ikhlas, dan semangat yang lebih kuat sepanjang bulan Ramadan. Semoga ibadahmu lancar!


Editorial Team