Ilustrasi ceramah (pexels.com/Photo by Alena Darmel)
Hadirin sekalian,
Doa merupakan wujud penghambaan seorang hamba kepada Tuhannya. Melalui doa, kita memohon, berharap, dan berserah diri kepada Allah SWT. Sementara itu, zikir adalah bentuk mengingat Allah dengan menyebut dan memuji nama-Nya, baik dengan lisan maupun dalam hati.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berpuasa, memiliki keistimewaan dalam doanya. Maka, sungguh rugi jika kita melewatkan Ramadan tanpa memperbanyak doa.
Di bulan yang mulia ini, banyak doa yang bisa kita amalkan, seperti doa saat sahur, doa berbuka puasa, doa memohon ampunan, hingga doa pada malam Lailatul Qadar. Setiap waktu di bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk mengetuk pintu langit.
Selain doa, mari kita perbanyak zikir. Kalimat-kalimat sederhana namun penuh makna, seperti:
Zikir yang ringan di lisan, tetapi berat dalam timbangan amal. Jangan lupa pula untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kita mendapatkan rahmat Allah dan syafaat beliau di hari akhir kelak.
Ramadan adalah momentum untuk membersihkan hati, menenangkan jiwa, dan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT. Dengan doa dan zikir, hati menjadi lebih tenang dan hidup terasa lebih bermakna.