ilustrasi ceramah di masjid (pexels.com/Ahmet Polat)
Jamaah yang dimuliakan Allah SWT,
Menjaga hati dan lisan merupakan bagian penting dari kesempurnaan puasa. Percuma jika kita menahan lapar seharian, tetapi lisan masih digunakan untuk bergunjing, berkata kasar, berdusta, atau menyakiti orang lain. Semua itu dapat mengurangi nilai ibadah kita di sisi Allah SWT.
Allah SWT telah melarang kita untuk mencari-cari kesalahan orang lain dan menggunjing sesama, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa perbuatan tersebut diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal. Betapa menjijikkan dan berat dosanya.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar puasa kita lebih bermakna. Pertama, jauhi gibah, fitnah, dan ucapan yang menyakiti hati orang lain. Ramadan adalah waktu untuk membersihkan diri, bukan justru menambah dosa melalui lisan.
Kedua, biasakan berkata yang baik atau memilih diam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tanda keimanan seseorang adalah mampu menjaga ucapannya. Jika tidak mampu berkata baik, maka diam adalah pilihan terbaik.
Ketiga, isi waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Perbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, dan berselawat. Dengan begitu, hati menjadi lebih tenang dan pahala terus mengalir.
Menjaga hati juga sama pentingnya. Hindari iri, dengki, dan prasangka buruk. Ramadan adalah momen untuk membersihkan hati agar lebih lapang, lebih sabar, dan lebih tulus.