ilustrasi sholat tarawih berjamaah (unsplash.com/Salman Preeom)
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah proses pendidikan diri. Ia melatih kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Saat berpuasa, kita belajar menahan hawa nafsu. Kita juga dianjurkan untuk menahan amarah ketika emosi muncul, menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia atau menyakiti orang lain, serta menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat. Semua ini adalah latihan pengendalian diri yang sangat berharga.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan bukan hanya terlihat dari ibadah ritual, tetapi tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Orang yang bertakwa akan berhati-hati dalam berbicara, bersikap adil, menjaga amanah, dan menjauhi segala bentuk maksiat.
Puasa juga mengajarkan empati. Ketika merasakan lapar dan haus, kita diingatkan pada saudara-saudara kita yang kekurangan. Dari situlah, tumbuh rasa peduli dan semangat untuk berbagi.
Jika selama Ramadan kita mampu menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal di waktu biasa, seperti makan dan minum, maka seharusnya kita juga lebih mampu menjauhi hal-hal yang jelas diharamkan oleh Allah SWT.