Danesya Mayra, Founder Productive Mamas. (dok.istimewa)
Produktivitas seringkali tercermin dari kemampuan mengelola berbagai tanggung jawab dan peran, baik dalam ranah pribadi, keluarga, maupun karier. Produktif bukan berarti sibuk, bukan berarti bekerja, namun produktif dapat dimaknai sebagai pemanfaatan sumber daya dan dukungan yang ada untuk mencapai hasil optimal dalam beragam aspek kehidupan.
"Produktif itu sebenarnya kata yang luas dan bisa diartikan macam-macam. Tapi kalau buat aku sendiri, produktif itu adalah melakukan hal sesuai potensi yang bermanfaat," ujar Nesya.
Tak bisa memungkiri, banyak perempuan mungkin dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan peran dan kesulitan untuk bisa mencapai produktivitas yang maksimal. Atau, justru kesulitan untuk memanfaatkan sumber daya secara efisien.
Nesya menilai, ibu yang produktif justru bisa jadi contoh yang baik untuk anak-anaknya. Ia memberikan gambaran untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, melakukan kegiatan yang positif dan membawa kebahagiaan, serta tidak menyia-nyiakan kesempatan hanya untuk kegiatan yang kurang berguna.
Nesya membagikan perspektifnya, "Sebagai orangtua, terutama kalau belajar parenting, kita harus sadar bahwa memberi contoh adalah hal utama. Kalau setiap hari kita malas-malasan, gimana anak-anak kita mau belajar jadi produktif? Jadi, hidup kita harus bermanfaat. Bahkan, ibu rumah tangga yang masak, mengantar anak, itu juga termasuk produktif menurutku. Tapi kalau kita hanya meluangkan waktu tanpa melakukan apa-apa atau tanpa mempelajari hal baru, anak kita juga gak akan melihat contoh yang baik."
Sebagai perempuan dan ibu muda, Nesya sangat memahami posisi orangtua yang merasa kesulitan untuk bisa melakukan aktivitas secara maksimal. Kesibukan mengurus anak, kegiatan rumah tangga lainnya, bahkan ada yang bekerja, menjadi hambatan tersendiri.
Namun, Nesya mengajak para orangtua untuk tetap bersemangat dalam menjalani hari dan mencoba menekuni hal yang menjadi minatnya. Ia membuka jalan agar para ibu bisa meluangkan waktu untuk hal yang berfaedah dan melakukan pengembangan diri.
"Productive Mamas, sesuai dengan namanya, aku ingin ibu-ibu di Indonesia lebih aktif, kreatif, dan produktif. Selain itu, aku juga ingin mereka tetap berdaya. Karena target market terbesarku adalah ibu rumah tangga, aku berharap mereka bisa menjadi ibu rumah tangga yang tetap berdaya dengan diberikan berbagai macam exposure dan pelatihan," tambahnya.