Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Cewek Perlu Punya Bestie, Cowok Kadang Gak Paham
ilustrasi bestie (pexels.com/Meidi Astuti)
  • Artikel menjelaskan perbedaan cara berinteraksi antara cewek dan cowok, di mana cewek cenderung membutuhkan kedekatan emosional dengan sahabat atau bestie untuk berbagi cerita dan perasaan.
  • Bestie berperan sebagai support system penting bagi cewek dalam menghadapi tantangan sosial, pekerjaan, serta tekanan gender yang sering kali membatasi ruang gerak mereka.
  • Selain tempat curhat dan berbagi pengalaman hidup, kehadiran bestie juga membantu cewek dalam aktivitas sehari-hari seperti belanja hingga menjaga keamanan dari potensi kekerasan seksual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia cewek berbeda dengan dunia cowok. Buat cowok, semua teman mungkin sama saja. Tidak ada kawan yang terlalu dekat. Cowok biasanya lebih mampu berinteraksi dengan siapa saja tanpa menunjukkan lebih akrab dengan salah satunya. Pun cowok terlihat nyaman ke mana-mana sendiri.

Sementara itu, di dunia cewek ada istilah bestie. Bestie sebenarnya sahabat. Artinya, cowok pun ada yang memiliki sahabat. Akan tetapi, kelekatan cewek dengan bestie-nya dapat terasa di luar nalar bagi cowok.

Mereka ke mana-mana bareng, sering banget kumpul, dan berkomunikasi via chat nyaris sepanjang waktu. Mungkin kamu sebagai cowok sampai sulit memahami. Buat apa, sih, cewek perlu punya bestie dan berteman seakrab itu? Nih, kami jelaskan alasan penting punya bestie dari sudut pandang cewek!

1. Mayoritas cewek suke bercerita dan cowok kurang bisa mengimbangi

ilustrasi bestie (pexels.com/Yusron El Jihan)

Cowok dan cewek berbeda ketika ngobrol. Mungkin sebagai cowok, kamu juga sering heran mendengar serunya sekelompok cewek bila sudah bercerita. Satu sama lain saling menanggapi gak ada habisnya.

Suasana berubah-ubah dari serius, berbisik-bisik, cekikikan, tertawa lepas, lalu penuh empati seakan-akan ikut bersedih. Topiknya juga mengalir. Pindah dari satu topik ke topik lainnya seperti tak ada bosannya.

Sementara percakapan cowok cenderung spesifik. Kalau satu topik sudah selesai dibahas, obrolan pun terhenti. Kalian bisa tetap duduk bareng tanpa membicarakan apa pun.

Cewek mana bisa begini? Malah mereka jadi bad mood bila gak ada interaksi padahal kenal. Buat cewek, ngobrol sama cowok cuma seru sesaat. Bercakap-cakap bareng bestie baru menyenangkan.

2. Bisa jadi support system dan berkembang bersama

ilustrasi wisuda bareng (pexels.com/Tubagus Alief Leo)

Hanya karena cewek butuh dukungan dari sesamanya, bukan berarti mereka lemah. Namun, tantangan bagi cewek memang banyak. Soal pilihan untuk bekerja pun, sering kali masih terganjal izin suami.

Demikian pula semangat cewek buat menggapai cita-cita setinggi langit lebih kerap diragukan oleh keluarga sendiri. Beda dengan cowok yang lebih didukung untuk punya pendidikan dan pekerjaan sebagus mungkin. Tanpa sesama cewek berusaha membangun support system sendiri, dapat melemahkan semangat mereka.

Banyak jalan dalam hidup yang semestinya bisa dilalui pun terasa seolah-olah buntu. Cewek juga dapat maju sendirian. Namun, saat tantangan dari luar terkait gender menguat, dukungan dari sesama cewek menjadi amat penting.

3. Teman sharing banyak hal

ilustrasi persahabatan (pexels.com/xomidov Photo)

Cewek senang berbagi sekaligus menerima informasi dari cerita orang lain. Bagi mereka, pengalaman teman penting buat diperhatikan. Mereka kadang lebih memercayai cerita kawan daripada informasi dari sumber-sumber lain.

Pun banyak tugas cewek yang sebenarnya berat walau tidak mengeluarkan tenaga fisik yang gede. Seperti mendidik anak dan mengatur keuangan keluarga. Bagi perempuan yang sudah atau akan menikah, sharing pengalaman parenting, keuangan, keharmonisan hubungan dengan suami dan mertua, serta menyeimbangkan urusan keluarga dengan pekerjaan dirasa amat penting.

Dengan saling berbagi dan menyimak, cewek menghemat energi. Mereka bisa hidup lebih efisien dengan belajar dari pengalaman sesamanya. Buat cewek, sharing bukan cuma melegakan perasaan, tapi kerap kali juga menyelesaikan masalah mereka.

4. Juga belanja

ilustrasi persahabatan (pexels.com/Jepret Je)

Peran bestie pun gak kecil dalam kaitannya dengan aktivitas berbelanja yang kerap dibebankan pada cewek. Bahkan sejak sebelum mereka berumah tangga, orangtua lebih sering menyuruh anak perempuan buat berbelanja daripada anak laki-laki. Tanpa bestie, kegiatan belanja menjadi sepi hingga terasa membingungkan.

Produk yang ditawarkan banyak sekali dan mereka tidak selalu tahu mana yang paling bagus. Bagi cewek, memilih produk terbaik dari yang baik-baik sangat penting. Pengaruhnya bukan cuma pada rasa puas, melainkan juga dapat menghemat uang belanja.

Kalau pergi bareng sahabat, cewek jadi punya rekomendasi produk saat bingung memilih. Sementara cowok sering asal saja memasukkan produk ke keranjang belanja. Mau belanja offline atau online, habis tanya ke bestie menjadi lebih yakin.

5. Bisa saling jaga dari ancaman kekerasan seksual

ilustrasi bestie (pexels.com/terence b)

Idealnya, cewek pergi sendirian ke mana pun dan jam berapa pun bukan masalah. Namun, faktanya cewek masih menjadi target empuk berbagai kejahatan. Ini tak lepas dari pandangan bahwa cewek lemah.

Sementara para pelakunya yang didominasi oleh cowok merasa lebih kuat. Apalagi dalam kasus kekerasan seksual. Di tempat-tempat publik pun, cewek masih kerap mendapatkan perlakuan buruk yang merendahkan martabat.

Kalau seorang cewek sudah punya pasangan, pergi bersamanya tentu lebih aman. Jika belum berpasangan sementara keluarga juga gak bisa selalu menemani, kehadiran teman sangat penting. Walaupun cuma satu dan sepantar, ini sudah mengurangi niat orang yang kurang baik.

Bestie atau sahabat punya arti penting bagi cewek. Oleh sebab itu, cewek perlu punya bestie di dalam hidupnya. Meski setelah mereka menikah, kadang memang persahabatan tak sekarib dulu ketika sama-sama lajang. Akan tetapi, banyak cewek telaten merawat hubungan persahabatan sebagai penyeimbang dalam kehidupan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team