Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Marilah kita membuka ceramah ini dengan memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT. Atas nikmat kehidupan, nikmat iman, dan nikmat Islam yang terus diberikan kepada kita, semoga kita senantiasa berada dalam lindungan serta rahmat-Nya hingga akhir hayat.
Allah SWT mengingatkan orang-orang beriman agar selalu bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa dan tetap istikamah dalam Islam hingga akhir kehidupan. Pesan ini menegaskan bahwa iman bukan hanya untuk dijaga, tetapi juga diamalkan dalam setiap langkah kehidupan.
Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan salah satu peristiwa terbesar dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra dan Mikraj. Peristiwa ini bukan hanya luar biasa bagi Rasulullah SAW, tetapi juga membawa pesan mendalam bagi umat Islam sepanjang masa. Isra dan Mikraj merupakan perjalanan malam yang penuh makna, yang Allah SWT perintahkan langsung kepada Nabi-Nya.
Peristiwa Isra dimulai dengan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Perjalanan ini bukan perjalanan biasa, melainkan perjalanan yang sarat dengan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Melalui peristiwa ini, Allah menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1, yang menyebutkan bahwa Allah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari untuk memperlihatkan sebagian tanda kebesaran-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa Isra adalah bukti nyata kekuasaan Allah yang melampaui batas akal manusia.
Setelah Isra, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mikraj, yaitu diangkat ke langit hingga menghadap Allah SWT. Dalam perjalanan yang sangat agung ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung untuk menegakkan salat lima waktu. Mikraj bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang melambangkan kedekatan hamba dengan Tuhannya.
Peristiwa Mikraj juga dijelaskan dalam surat An-Najm, yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berkata berdasarkan hawa nafsu, melainkan menerima wahyu langsung dari Allah melalui perantara Malaikat Jibril. Selama perjalanan tersebut, Rasulullah SAW menyaksikan berbagai tanda kebesaran Allah dan mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang menjadi batas pengetahuan makhluk.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Dari peristiwa Mikraj, kita diajarkan tentang betapa pentingnya salat dalam kehidupan seorang Muslim. Salat adalah sarana utama untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT dan menjadi bukti keimanan seseorang. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa salat adalah mikrajnya orang-orang beriman, artinya salat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Salat bukan hanya rutinitas ibadah, tetapi juga sarana untuk membersihkan hati, memperkuat iman, dan menjauhkan diri dari sifat-sifat buruk. Melalui salat, kita diajak untuk selalu mengingat Allah di tengah kesibukan dunia.
Mari kita renungkan bersama, apakah salat yang kita kerjakan selama ini sudah benar-benar menghadirkan ketenangan dan kedekatan dengan Allah SWT. Sudahkah salat menjadi mikraj yang mengangkat derajat kita di sisi-Nya, bukan sekadar kewajiban yang dikerjakan tanpa penghayatan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Peristiwa Isra dan Mikraj mengajarkan kita bahwa Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk melalui Rasul-Nya. Kita diajak untuk terus memperbaiki hubungan dengan Allah melalui salat dan amal ibadah lainnya, serta menjaga keimanan dalam setiap aspek kehidupan.
Semoga melalui peringatan Isra dan Mikraj ini, kita mampu mengambil hikmah dan menjadikan salat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita. Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita agar tetap istiqamah dalam ketaatan.
Demikian ceramah singkat ini, semoga membawa manfaat bagi kita semua. Saya tutup dengan doa:
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menjaga salat, ampunilah dosa kami serta dosa kedua orang tua kami, dan karuniakan kepada kami akhir kehidupan yang baik.”
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.