Self-reward sering dianggap sebagai bentuk sayang pada diri sendiri setelah kerja keras. Rasanya wajar ingin memanjakan diri usai lembur, stres, atau berhasil mencapai target tertentu. Masalahnya muncul saat kebiasaan ini dilakukan tanpa batas dan tanpa sadar. Alih-alih menenangkan, self-reward justru bisa membawa efek domino yang melelahkan.
Awalnya terlihat sepele, tapi self-reward yang kebablasan sering berkaitan dengan belanja impulsif dan keputusan emosional. Kamu merasa pantas membeli sesuatu, padahal tidak benar-benar membutuhkannya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa mengganggu upaya mengatur keuangan. Yuk simak lima dampak buruk self-reward yang gak terkontrol sebelum jadi bumerang.
