Eklin dan Dodi bersama Paman Gery. (instagram.com/kak_eklin)
Menurut Eklin, dongeng adalah cara jitu untuk melawan stigma buruk yang telanjur tertanam dalam pikiran saudara-saudaranya di Maluku tentang perbedaan agama. Melalui dongeng yang disampaikan, ia dapat membangun generasi anak-anak yang lebih baik. Budi pekerti mereka pun bisa tumbuh lebih luhur tanpa terasa digurui melalui nilai-nilai dongeng yang Eklin sampaikan.
Pada akhir 2017, Eklin memantapkan hatinya untuk belajar menjadi pendongeng. Dia mengumpulkan uang sekitar Rp1 juta untuk membeli boneka khusus. Kemudian, dia memberi nama boneka tersebut Dodi, yang merupakan akronim dari dongeng damai.
Eklin yang awalnya tidak terbiasa bermain dengan anak-anak harus melawan rasa tidak nyamannya demi kedamaian yang dia inginkan. Bermodalkan internet, Eklin belajar teknik berbicara tanpa menggerakkan bibir agar seolah-olah bonekanya yang berbicara. Teknik mendongeng ini juga disebut dengan ventrilokuisme.
Dikutip dari akun Instagram milik Eklin, yakni @kak_eklin, ia bercerita bahwa belajar teknik ventrilokuisme dari video-video YouTube salah satu pendongeng nasional bernama Paman Gery.
"Untuk mendongeng, beberapa video tentang tutorial mendongeng dari seorang pendongeng nasional yang beta tonton ialah videonya Paman Gery. Tak lama setelah belajar mendongeng dari video-videonya, beta dan Paman Gery bergabung dalam Forum Dongeng Nasional. Di situ, Paman Gery kemudian sering membimbing beta lewat pesan-pesan di WhatsApp supaya bisa tetap mendongeng dengan sedap dan asyik," tulis Eklin.
Ventrilokuisme dipilih Eklin karena awalnya dirinya merasa kurang percaya diri. Karena itu, ia membutuhkan sosok boneka untuk membantunya lebih dekat dengan anak-anak. Boneka Dodi ini juga menjadi salah satu ciri khas dongeng Eklin.
Selain itu, Eklin juga percaya bahwa melalui ventrilokuisme, dia mampu mendapat lebih banyak atensi anak-anak. Itu karena ini bisa mencakup berbagai pendekatan cara belajar anak yang berbeda-beda. Selain itu, dengan metode dongeng yang sederhana dan menyenangkan, pesan perdamaiannya juga bisa diterima oleh orang dewasa.