Pernah gak sih kamu merasa Ramadan berubah jadi musim undangan? Hampir setiap malam ada ajakan bukber yang masuk, dari yang formal sampai yang dadakan. Kamu senang diajak, tapi tubuh dan jadwal gak selalu bisa diajak kompromi. Akhirnya muncul dilema yang bikin serba salah.
Kamu ingin tetap menjaga etika pertemanan tanpa mengorbankan kebutuhan diri sendiri. Sayangnya, gak semua orang nyaman berkata tidak secara langsung. Tekanan sosial sering bikin kamu mengiyakan meski sebenarnya lelah. Berikut lima cara menolak ajakan bukber dengan tetap sopan dan elegan.
