Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mendukung kepedulian lingkungan, salah satunya dengan menenun. Melalui Festival Tenun Iban Sadap yang diselenggarakan oleh masyarakat Rumah Panjang Sadap bersama sejumlah lembaga, seperti Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Forest Watch Indonesia (FWI), WWF Indonesia, Yayasan Pelestari Budaya Dayak, Matata, Rekam Nusantara Foundation, dan Rangkong Indonesia pada Desember 2025 lalu, menjadi bukti bahwa melestarikan budaya merupakan bentuk upaya melindungi bumi.
Festival ini dibuka secara resmi pada Jumat (18/12/2025) oleh perwakilan Bupati Kapuas Hulu, Agustinus Sargito, S.Sos dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Budaya Republik Indonesia, Dr. Yulianus Limbeng, S.Sn, M.Si. Bertajuk Merawat Alam, Menenun Pengetahuan, Festival Tenun Iban Sadap 2025 bukan sekadar sebuah acara, melainkan gerakan budaya yang bertujuan untuk menciptakan hubungan erat antara manusia, pengetahuan leluhur, dan alam.
