Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Film Soal Bully yang Bikin Kamu Semangat untuk Bangkit & Melawan!
Photo by ALP STUDIO on Unsplash

Di industri film, tema bullying di lingkungan sekolah seringkali diangkat ke layar lebar. Biasanya, kisahnya berkisar tentang anak-anak populer yang menjahili anak-anak berpenampilan jadul. Jika bukan itu, persaingan akan suatu hal jadi salah satu pemicu dalam film soal bully.

Namun di antara sekian banyaknya film, selalu ada pelajaran besar buat kamu yang pernah menjadi korban bully. Jangan pernah takut, lawan tanpa main fisik, dan sebisa mungkin berdamailah dengan mereka. Setidaknya, kamu bisa mempelajari itu semua dari film-film berikut.

1. "Big Bully" mengajarkanmu jika trauma dibully bisa terbawa sampai dewasa. Kadang, di saat inilah masing-masing sadar dan mau menghapus dendam

imdb.com

Film ini menceritakan tentang David Leary yang masa kecilnya kerap di-bully oleh Roscoe "Fang" Bigger. Tak lama kemudian, David pindah dan terbebas dari incaran Roscoe. Ketika dewasa, mereka bertemu kembali dan David sempat terbawa dendam masa lalu. Pada akhirnya, David dengan legawa berdamai dengan Roscoe dan menjadi teman akrab.

2. Meski sempat dibully, cupu, dan terpuruk, Dizzy bangkit. Ia menjadi sosok baru dengan banyak prestasi di film "The New Guy"

imdb.com

Dizzy adalah sosok yang bermasalah di sekolahnya. Suatu saat, ia pindah ke sekolah baru dan mengubah image dari bantuan mantra temannya. Ia gak cuma digilai cewek-cewek, tapi berprestasi. Yang menjadi puncaknya adalah saat identitasnya hampir terkuak, anak-anak populer di sekolahnya pun mengakui bahwa mereka tidak sehebat yang selama ini terlihat.

3. Meskipun ending film "April Showers" cukup tragis, setidaknya si Jason memberikan contoh kepahlawanan karena menolong korban penembakan di sekolah

imdb.com

Tokoh Jason yang sering di-bully, memang bukanlah sosok sentral di film ini. Namun sosoknya menjadi pahlawan yang dielu-elukan karena kedapatan menggotong seorang siswa yang tertembak saat sekolahnya diteror.

4. Jika dibiarkan begitu saja, korban bully bisa melakukan bullying di luar lingkungannya. Film pendek "Bully Dance" ini sebagai contohnya

http://docuseek2.com

Film kartun berdurasi 10 menit ini, menceritakan tentang sesosok yang sering melakukan bully di lingkungannya. Suatu ketika, ia melakukan bullying paling parah dan orang-orang menemuinya di rumah. Baru ketahuanlah saat itu, jika pelaku bully juga merupakan korban bully di rumah.

5. Dalam "The Dam Keeper", Fox mengajari Pig menggambar agar bisa membuang kesedihan akan bullying

imdb.com

Film kartun menggambarkan persahabatan antara Pig (si korban bully) dan Fox (si anak baru). Satu sekolah menyukai Fox karena ia pintar menggambar. Pasca melihat Pig di-bully, Fox pun mengajarinya menggambar sebagai pelampiasan kesedihannya.

6. Dalam "Mean Creek", ketahuanlah kalau sosok pembully seperti George ternyata tidak terlalu pede dan kesepian

mubi.com

Film Mean Creek mengisahkan tentang petualangan sejumlah anak-anak yang melibatkan George (si pem-bully), Sam (korban bully), Rocky (kakak Sam), dan kawan-kawan lainnya menyusuri sungai. Selain karena keseruan dan tantangan yang mereka hadapi, hubungan mereka cair begitu tahu George mengidap disleksia. Selama ini, George mem-bully hanya karena kesepian, tidak percaya diri, hanya ingin diterima dalam pergaulan, dan disukai.

7. Di balik ancaman Brandon ke Dawn di film "Welcome to the Dollhouse", tersembunyi kehidupan kelam. Untungnya Dawn dapat berdamai dan mendukung Brandon

imdb.com

Brandon McCarthy adalah anak nakal yang kerap mem-bully anak-anak di sekolahnya. Salah satu korbannya adalah Dawn Wiener. Awalnya Dawn menghindari Brandon, tapi gagal. Dawn pun sering menemani Brandon sehingga keduanya mencintai. Dawn lalu tahu kehidupan Brandon, yang mana saudaranya memiliki keterbelakangan mental. Ayahnya galak dan ibunya tidak diceritakan ada di mana.

Dari ketujuh film soal bully di atas, sudah ada satu atau dua film yang kamu tonton? Ingat! Bully tidak perlu kamu takuti. Dari film "Mean Creek", "The New Guy", dan "Welcome to the Dollhouse", kita paham bahwa para pem-bully pun tidak sepenuh sempurna. Mereka sama saja dengan kita. Kita hanya perlu melawan dengan prestasi, bukan melawan dengan fisik atau perkelahian. Kalau prestasimu terbukti, suatu hari orang akan menyegani dan menghargai.

Editorial Team