Dengan alasan ingin mengubah nasib, kamu rela pontang-panting agar dapat tinggal di kota impianmu itu. Tanah rantau disebut menjadi saksi bisu dalam perjalanan hidupmu. Segala harapan demi harapan tercurahkan sepanjang menuju tanah rantau.
Meskipun begitu, banyak yang mengeluhkan beratnya berpisah dengan orang-orang terkasih di tanah kelahiran, karena di sini sendirian beradaptasi kembali membangun pertemanan di lingkungan yang sangat asing bagimu.
Apalagi bagi mereka yang sering mengalami homesick, rasanya tanah rantau ibarat tinggal di kubangan neraka. Namun, dari semua itu nyatanya ada yang betah tinggal di perantauan. Masa, sih ada yang betah? Gak percaya simak lima sebab berikut ini, ya.
