Hidup sebagai anak kost di kota identik dengan kata sibuk, capek, dan serba hemat. Bangun pagi buru-buru, kerja atau kuliah seharian, lalu pulang dengan energi yang hampir habis. Belum lagi mikirin uang makan, tagihan, dan kebutuhan lain yang gak ada habisnya. Di tengah rutinitas itu, banyak orang mulai tertarik konsep slow living buat bertahan.
Slow living bukan berarti hidup lambat tanpa tujuan, tapi lebih ke menikmati proses dan gak terus kejar-kejaran sama waktu. Anak kost juga bisa menerapkan gaya hidup ini tanpa keluar banyak biaya. Justru dengan pendekatan yang lebih sadar, hidup terasa lebih ringan dan teratur. Nah, berikut ini lima gaya slow living yang bisa kamu coba biar tetap hemat dan waras di tengah hiruk pikuk kota.
