Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Hal Sepele yang Justru Paling Merepotkan saat Persiapan Lebaran
ilustrasi uang kecil (pexels.com/Polina Tankilevitch)
  • Artikel menyoroti bahwa kerepotan saat persiapan Lebaran sering muncul dari hal kecil seperti toples kue, bahan dapur, hingga penataan ruang tamu yang terlambat disiapkan.
  • Masalah umum lainnya termasuk lupa menukar uang pecahan kecil untuk THR dan tidak menyiapkan kantong atau wadah makanan bagi tamu setelah acara selesai.
  • Pesan utama artikel menekankan pentingnya memperhatikan detail kecil sejak awal agar persiapan Lebaran terasa lebih ringan dan tidak tergesa menjelang hari raya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Persiapan Lebaran sering dibayangkan sebagai urusan besar seperti belanja baju baru, menyiapkan hidangan, atau mengatur perjalanan mudik. Kenyataannya, kerepotan justru sering muncul dari hal kecil yang semula dianggap sepele. Hal-hal kecil ini biasanya luput dari perhatian karena terlihat mudah, tetapi ketika waktunya mendekati hari raya, urusannya bisa memakan tenaga dan waktu lebih banyak dari yang diperkirakan.

Situasi semacam ini membuat persiapan Lebaran terasa lebih padat meski daftar pekerjaan sebenarnya tidak terlalu panjang. Berikut beberapa hal sepele yang justru paling merepotkan saat persiapan Lebaran. Sering kali, hal ini gak disadari, lho!

1. Menunda membeli toples kue Lebaran sampai waktu terlalu mepet

ilustrasi kue kering Lebaran (vecteezy.com/pana design)

Toples kue terlihat seperti benda sederhana, sehingga banyak orang merasa pembeliannya bisa dilakukan kapan saja. Kenyataannya, menjelang Lebaran, pilihan toples sering menipis karena permintaan meningkat tajam. Model yang biasa digunakan untuk menyajikan nastar atau kastengel sering cepat habis di toko perlengkapan rumah tangga. Akibatnya, orang harus berkeliling ke beberapa tempat hanya untuk mencari toples yang bentuknya sesuai kebutuhan.

Situasi makin merepotkan ketika ukuran toples tidak sesuai dengan jumlah kue yang sudah dibuat atau dibeli. Ada rumah yang akhirnya menggunakan wadah berbeda-beda karena tidak menemukan model yang sama. Hal kecil seperti ini membuat tampilan meja tamu terlihat kurang rapi, padahal niat awalnya ingin menyajikan kue dengan lebih tertata. Banyak orang baru menyadari masalah ini ketika kue Lebaran sudah siap disusun.

2. Mengecek stok bahan dapur menjelang hari terakhir

ilustrasi stok bahan dapur (pexels.com/ready made)

Banyak orang fokus pada menu utama seperti opor ayam atau rendang, tetapi lupa mengecek bahan dapur yang tampak sepele. Contohnya, santan instan, minyak goreng tambahan, atau bawang goreng untuk pelengkap. Bahan kecil semacam ini sering habis justru ketika masakan sudah hampir selesai dimasak. Akibatnya, seseorang harus keluar rumah lagi untuk membeli bahan yang sebenarnya sederhana.

Masalah ini sering muncul karena stok dapur tidak diperiksa jauh hari. Ketika toko mulai ramai menjelang Lebaran, membeli bahan kecil pun bisa memakan waktu lama. Padahal tanpa pelengkap tersebut, hidangan terasa kurang lengkap saat disajikan. Dari pengalaman banyak keluarga, kerepotan kecil di dapur sering muncul bukan karena menu sulit, tetapi karena bahan pendukung terlupakan.

3. Menata ulang ruang tamu ketika tamu sudah mulai berdatangan

ilustrasi menata ruang tamu (pexels.com/Blue Bird)

Ruang tamu biasanya menjadi area utama saat Lebaran karena digunakan untuk menerima keluarga dan tetangga. Banyak orang baru memikirkan penataan kursi, meja, dan tempat hidangan ketika hari raya sudah sangat dekat. Ketika tamu mulai datang, barulah terasa bahwa posisi kursi terlalu sempit atau meja terlalu kecil untuk menaruh kue dan minuman.

Hal ini sering membuat tuan rumah harus memindahkan furnitur secara mendadak. Ada yang akhirnya mengambil kursi tambahan dari ruang makan atau memindahkan meja kecil dari kamar. Situasi seperti ini terlihat sepele, tetapi cukup melelahkan ketika dilakukan saat rumah sudah ramai. Penataan sederhana sebenarnya bisa disiapkan lebih awal agar ruang tamu terasa lebih lega.

4. Baru ingat belum punya uang kecil untuk THR

Uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)

Memberikan amplop kepada anak-anak sudah menjadi kebiasaan di banyak keluarga saat Lebaran. Meski terlihat sederhana, menyiapkan uang pecahan kecil sering terlupakan sampai hari-hari terakhir. Ketika baru ingat, bank atau ATM biasanya sudah dipenuhi orang yang memiliki kebutuhan serupa. Proses menukar uang pun menjadi lebih lama karena antrean panjang.

Sebagian orang akhirnya harus berkeliling mencari tempat penukaran uang alternatif. Ada yang menukar melalui pedagang kecil atau layanan penukaran di pinggir jalan. Nilai tukarnya terkadang berbeda dari nominal asli karena ada biaya tambahan. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa urusan kecil seperti uang amplop bisa berubah menjadi pekerjaan tambahan jika tidak disiapkan lebih awal.

5. Kebutuhan kantong plastik atau wadah makanan setelah acara selesai

ilustrasi wadah makanan (pexels.com/Sarah Chai)

Setelah acara makan bersama atau kunjungan keluarga, sering ada makanan yang tersisa cukup banyak. Banyak tamu biasanya ingin membawa sebagian makanan pulang, terutama kue atau lauk yang masih tersedia. Masalahnya, tidak semua rumah menyiapkan kantong plastik atau wadah tambahan untuk membungkus makanan tersebut. Hal kecil ini sering baru terasa ketika acara sudah berlangsung.

Beberapa tuan rumah akhirnya harus mencari kantong seadanya di dapur. Ada yang menggunakan plastik belanja lama atau membungkus makanan dengan cara sederhana agar tetap bisa dibawa pulang. Situasi ini sebenarnya mudah diantisipasi jika sejak awal menyiapkan beberapa wadah tambahan. Walau terlihat sepele, kebutuhan kecil seperti ini sering muncul hampir di setiap momen Lebaran.

Persiapan Lebaran memang identik dengan banyak kegiatan besar, tetapi sering kali justru hal kecil yang membuat segalanya terasa lebih repot. Meski tampak sederhana, beberapa hal sepele yang justru paling merepotkan saat persiapan Lebaran ini sering kali luput dari perhatian. Jika beberapa hal kecil ini disiapkan lebih awal, persiapan Lebaran bisa terasa jauh lebih ringan. Jadi, dari berbagai urusan kecil tadi, mana yang paling sering terlewat saat menyiapkan Lebaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team