Ilustrasi diskusi menganulir sebuah keputusan (Pexels.com/cottonbro studio)
Bahasa tubuh sering berbicara lebih kuat daripada kata-kata. Orang percaya diri biasanya menjaga kontak mata secukupnya, duduk dengan posisi terbuka, dan tidak terlalu gelisah saat berbicara. Sikap ini memberi kesan bahwa mereka nyaman berada dalam situasi sosial.
Amy Cuddy, profesor dan peneliti perilaku dari Harvard Business School, pernah menjelaskan bahwa bahasa tubuh dapat memengaruhi cara orang melihat diri sendiri dan orang lain.
“Tubuh kita mengubah pikiran kita, dan pikiran kita dapat mengubah perilaku kita,” ujar Amy Cuddy dalam TED Talk.
Kontak mata yang sehat menunjukkan perhatian dan rasa percaya diri. Namun, orang percaya diri juga tahu batasnya sehingga tidak membuat lawan bicara merasa tidak nyaman. Mereka menggunakan bahasa tubuh untuk membangun koneksi, bukan untuk mendominasi percakapan.
"Untuk hadir sepenuhnya selama percakapan, lakukan kontak mata, menyimpan ponselmu, dan fokus untuk hadir, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional," saran Sally.
Percaya diri dalam percakapan ternyata bukan soal menjadi paling vokal atau paling menonjol. Orang yang benar-benar percaya diri justru sering terlihat tenang, mampu mendengarkan dengan baik, dan tidak sibuk membuktikan dirinya lebih hebat dari orang lain.