ilustrasi Munggahan (unsplash.com/nci)
Lalu, apa saja kegiatan yang dilakukan saat Munggahan? Rupanya, setiap daerah punya cara unik menyambut Ramadan. Misalnya masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau yang mengisinya dengan perlombaan rakyat.
Di Kudus sendiri, perayaan ini diisi dengan Kirab Dandangan. Sementara jika kamu melihat komunitas Arab di sepanjang Sungai Musi, Palembang, mereka menggelar Tradisi Ziarah Kubro.
Umumnya, kegiatan Munggahan bisa dilakukan beberapa hari menjelang bulan Ramadan, tepatnya pada bulan Sya’ban, yaitu:
Mengadakan makan bersama keluarga, kerabat, atau tetangga sebagai bentuk kebersamaan.
Membersihkan masjid atau tempat ibadah sebagai persiapan menyambut Ramadan.
Berziarah ke makam orang tua dan keluarga untuk mendoakan mereka.
Menggelar doa bersama, zikir, dan tahlil.
Saling bermaaf-maafan untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci.
Demikian hukum Munggahan dalam Islam yang selama ini sering dipertanyakan. Ternyata, di balik kumpul keluarga dan makan bersama jelang Ramadan, ada esensi ibadah yang mendalam. Selamat menyambut bulan Ramadan!
Apakah Munggahan wajib dilakukan? | Tidak, Munggahan adalah tradisi budaya, bukan kewajiban agama (syariat). Namun, nilai-nilai di dalamnya seperti silaturahmi dan sedekah sangat dianjurkan dalam Islam. |
Kapan waktu yang tepat untuk Munggahan? | Biasanya dilakukan 1 hingga 3 hari menjelang tanggal 1 Ramadan. |
Bolehkah Munggahan hanya dengan makan-makan saja? | Boleh saja sebagai bentuk kegembiraan, namun akan lebih sempurna jika dibarengi dengan saling memaafkan dan meningkatkan ibadah lainnya. |