Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
website personal
ilustrasi website personal (Unsplash.com/PiggyBank)

Intinya sih...

  • Website personal yang interaktif

  • Portofolio visual di Instagram

  • LinkedIn showcase project

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih kamu merasa skill yang kamu punya belum benar-benar terlihat oleh orang lain? Di era digital sekarang, personal branding itu penting banget buat bikin karier makin bersinar. Portofolio bukan cuma kumpulan karya, tapi juga cerminan siapa dirimu dan bagaimana kamu ingin dikenal. Orang-orang yang kreatif pasti bisa memanfaatkan portofolio sebagai senjata untuk menunjukkan versi terbaik dirinya.

1. Website personal yang interaktif

ilustrasi website personal (Unsplash.com/PiggyBank)

Website personal jadi cara keren buat nunjukin identitas profesional kamu. Kamu bisa gabungin karya, profil, dan cerita perjalanan karier dalam satu tempat. Desainnya bisa kamu sesuaikan dengan vibe yang kamu mau, entah minimalis atau colorful. Website bikin kamu terlihat lebih serius dan profesional di mata recruiter atau klien.

Website juga bisa jadi wadah berbagi insight lewat blog. Kamu bisa nulis tentang pengalaman kerja, tips belajar, atau tren industri yang kamu ikuti. Hal ini bikin kamu terlihat sebagai pekerja kreatif sekaligus pemikir yang punya perspektif. Portofolio digital ini bisa jadi nilai tambah buat branding kamu di dunia profesional.

2. Portofolio visual di instagram

ilustrasi profil instagram (pexels.com/Mayara Caroline Mombelli)

Instagram bisa jadi portofolio visual yang powerful. Kamu bisa bikin feed rapi dengan tema sesuai bidangmu. Fotografer bisa upload hasil jepretan terbaik, desainer bisa share karya desain, atau penulis posting quotes dari tulisannya. Orang bisa langsung lihat karya kamu lewat platform yang familiar.

Fitur story highlight juga bisa kamu manfaatkan buat bikin kategori portofolio. Misalnya, highlight khusus untuk project freelance, karya seni, atau testimoni klien. Cara ini bikin orang yang mampir ke profil kamu bisa langsung explore karya tanpa ribet. Portofolio visual di Instagram efektif memperluas jangkauan branding kamu.

3. LinkedIn showcase project

ilustrasi profil LinkedIn (freepik.com/tonodiaz)

LinkedIn jadi platform wajib buat profesional. Kamu bisa upload project, sertifikat, atau pengalaman kerja yang relevan. Profil kamu jadi lebih hidup dan gak sekadar daftar pengalaman kerja. Recruiter lebih gampang menilai kemampuan kamu lewat project nyata.

Kamu juga bisa aktif bikin postingan tentang insight atau pencapaian terbaru. Misalnya, cerita tentang project yang baru selesai atau opini tentang tren industri. Aktivitas ini bikin kamu terlihat engaged dengan dunia profesional. LinkedIn showcase project bikin branding kamu lebih elegan dan terpercaya.

4. Video portofolio di youtube

ilustrasi membuat konten edukasi (freepik.com)

YouTube bisa jadi media keren buat bikin video portofolio. Kamu bisa bikin video singkat yang menampilkan karya, skill, dan personality kamu. Format video bikin portofolio terasa lebih hidup dan engaging. Orang bisa langsung lihat bagaimana kamu berbicara atau berkarya.

Video portofolio juga bisa nunjukin sisi storytelling kamu. Misalnya, bikin video perjalanan karier atau behind the scenes dari project. Hal ini bikin orang lebih connect dengan kamu secara emosional. Portofolio video bikin branding kamu lebih memorable dan unik.

5. Blog personal dengan insight

ilustrasi blog personal (Unsplash.com/Surja Sen Das Raj)

Blog personal bisa jadi wadah nunjukin pemikiran dan perspektif kamu. Kamu bisa nulis tentang pengalaman kerja, tren industri, atau tips relevan. Konten blog bikin kamu terlihat punya value lebih dari sekadar karya. Orang bisa mengenal kamu lewat tulisan yang mendalam.

Blog bisa diintegrasikan dengan website personal atau platform lain. Kamu bisa share tulisan di media sosial biar lebih banyak orang baca. Blog yang konsisten bikin kamu terlihat serius membangun personal branding. Tulisan humanis bikin orang lebih mudah connect dengan kamu.

6. Portofolio kolaborasi di medium atau notion

ilustrasi platform notion (unsplash.com/Isaac Smith)

Medium dan Notion bisa jadi tempat unik buat portofolio kolaborasi. Kamu bisa gabungin tulisan, project, dan dokumentasi dalam satu platform. Medium cocok buat yang suka menulis, sementara Notion fleksibel untuk berbagai format. Portofolio kolaborasi bikin kamu terlihat versatile dan adaptif. Notion bisa dipakai buat bikin database project yang rapi. Kamu bisa share link portofolio ke recruiter atau klien dengan mudah. Medium punya audiens luas yang bikin tulisan kamu lebih dikenal. Portofolio kolaborasi bikin branding kamu terasa modern dan dinamis.

Personal branding lewat portofolio bukan cuma soal nunjukin karya. Ini juga tentang bagaimana kamu ingin dikenal. Kamu punya banyak cara kreatif buat bikin portofolio yang unik dan relevan. Sekarang waktunya kamu berani tampil dan tunjukin siapa dirimu lewat portofolio yang autentik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian