Neson Mandela dikenal sebagai pemimpin yang memiliki “hati yang luas’. Bayangkan saja ia dipenjara selama 27 tahun serta diperlakukan dengan tidak adil, namun ia tidak membalas dendam kepada musuhnya meskipun ia telah menjadi seorang presiden. Maka tidak heran jika sosoknya selalu jadi perhatian dunia.
Menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan pada tahun 1994-1999, pemilik jargon “forgiven but not forgotten” ini bersedia untuk menyumbangkan gaji tahunannya sebesar 552.000 rand kepada yayasan Nelson Mandela Child’s Fund yang didirikannya pada tahun 1995.
Di masa menjabat, ia berjuang keras untuk memperbaiki kesenjangan yang sangat besar di kalangan kulit hitam dan putih di Afrika selatan. Pada masa jabatannya pula mulai diperkenalkan kesetaraan bantuan untuk masyarakat, termasuk orang cacat, bantuan perawatan anak, dana pensiun bagi lansia, dan lain sebagainya. Ia juga gencar memperbaiki layanan kesehatan, pendidikan, akses air bersih, listrik, hunian, hingga komunikasi.
Meskipun kini ia telah tiada, namun sosok yang gigih memperjuangkan kesetaraan hak bagi setiap orang ini telah mewarisi semangatnya kepada dunia tentang sikap anti diskirminasi demi menciptakan peradaban umat manusia yang lebih baik di masa kini, esok, dan yang akan datang.